Share

Waspada! Perkembangan Teknologi Picu PHK Industri TI

ant, Jurnalis · Senin 31 Juli 2017 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 31 320 1747350 waspada-perkembangan-teknologi-picu-phk-industri-ti-jh9i0HFikB.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Industri teknologi paling dinamis melakukan banyak perubahan secara kontinu namun di sisi lain pesatnya perkembangan teknologi justru memicu pemutusan hubungan kerja (PHK).

 
"Industri teknologi adalah industri yang paling dinamis dengan banyak perubahan yang terjadi secara kontinu. Pelakunya juga harus mampu bergerak dinamis mengikuti trend perubahan teknologi," kata praktisi industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Hermawan Sutanto di Jakarta, Senin (31/7/2017).

Sebelumnya, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menyatakan PHK di sektor industri TIK terjadi karena pergeseran teknologi. Hal ini memang tak bisa dihindarkan, mengingat sifat industri itu yang sangat dinamis.

Hermawan melihat efisiensi tersebut merupakan cara tersendiri dari pelaku industri, terutama untuk berinvestasi di bidang yang lebih sesuai dengan prediksi di masa depan.

"Ada tren yang berubah dan waktu perubahannya tak menentu di industri TIK," jelasnya.

Baca Juga:

Berbeda dengan industri gas dan minyak misalnya, yang berkutat di ranah minyak dan gas dan hanya berubah ketika mencari sumber daya baru, saat yang lama sudah menipis atau habis.

"Efisiensi sebenarnya adalah cara untuk berinvestasi ke bidang yang lebih sesuai dengan prediksi tren teknologi masa depan dengan efisiensi di bidang-bidang yang lebih tradisional," lanjutnya.

Sebelumnya, analis dari Global Equities Research, Trip Chowdhry menyatakan sebagian besar PHK terjadi karena pergeseran di industri teknologi. Disebutkannya saat ini dunia industri bertransformasi ke arah mobile dan cloud.

Dalam analisisnya, Chowdhry menyatakan, para karyawan yang telah dirumahkan tak akan lagi mendapatkan pekerjaan di perusahaan teknologi.

Baca Juga:

"Karyawan akan tetap menganggur dan keahlian yang dimilikinya akan menjadi usang".

Lebih lanjut dikatakannya, bukan hanya perusahaan besar, bisnis startup pun diperkirakan bakal merumahkan karyawannya.

"Saat melihat perusahaan besar memecat karyawan, ini jadi indikasi bahwa seluruh basis pelanggan sedang berjuang," tambahnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini