Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Simak! Begini Strategi Menteri Jonan Tingkatkan Penggunaan TKDN

Lidya Julita Sembiring , Jurnalis-Selasa, 01 Agustus 2017 |21:50 WIB
Simak! Begini Strategi Menteri Jonan Tingkatkan Penggunaan TKDN
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

"Di hulu migas itu penggunaan TKDN mulai 2011 itu TKDN nya 60%. Tahun 2012 60%, 2013 56%, 2014 54%, 2016 55%, sampai Juni 59%. Trennya lumayan," jelasnya.

Sehingga Jonan juga ingin Pemerintah memgatur di sektor hulu Migas untuk berkenaan agar bea masuk untuk komponen impor yang tidak dijual didalam negeri agar dibebaskan. Karena itu akan sangat membantu.

"Dibebaskan bea masuk. Itu bisa membantu. Mungkin saya kira Kemenperin dan Kemenkeu yang bahas. Saya mendorongnya itu bea masuk bisa dibebaskan atas impor komponen itu. Misalnya komponen trafo tidak mungkin 100% dibuat disini, itu bebas bea masuk misalnya," jelasnya.

Sementara itu, Jonan melanjutkan, selama ini masyarakat yang menggunakan produk dalam negeri atau TKDN tidak mendapatlan insentif sedangkan di gross split akan mendapatkan insentif.

"Di gross split ada insentif. Jadi penggunaan TKDN kita support, sepanjang orang itu harganya bisa reasonable. Kalau diproduksi di Indonesia, harganya jauh lebih mahal daripada diproduksi di luar negeri, mungkin penggunaannya juga ragu-ragu," tukasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement