nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berapa Lama Idealnya Jangka Waktu KPR? Ini Pertimbangannya

Agregasi Senin 14 Agustus 2017 07:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 11 470 1754177 berapa-lama-idealnya-jangka-waktu-kpr-ini-pertimbangannya-9Hf2UC7yV8.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Harga rumah yang semakin tinggi membuat banyak orang tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk membelinya secara tunai. Cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) jadi solusi.

Berapa lama idealnya kita mencicil KPR?

Kredit pemilikan rumah (KPR) adalah jalan pintas untuk memiliki rumah idaman. Bank menawarkan jangka waktu KPR 5 – 25 tahun. Saat harus memutuskan tenor KPR yang paling pas, seringkali pasangan suami istri kebingungan.

Baca juga: Ingin KPR Disetujui, Simak Tips Berikut Ini

Semakin lama jangka waktu KPR, maka semakin kecil cicilan bulanan yang harus ditanggung. Sebaliknya, semakin singkat jangka waktu KPR, semakin besar jumlah cicilan bulanan yang harus ditanggung.

Namun, ingat pula apabila tenor KPR panjang, total bunga yang harus dibayarkan juga lebih besar. Oleh karena itu, pertimbangkan matang-matang jangka waktu KPR yang tepat. Berikut ini beberapa bahan pertimbangan yang penting dalam menentukan tenor KPR.

Usia

Bank memiliki ketetapan terkait usia maksimal debitur ketika cicilan KPR berakhir. Jadi, perkara usia memang berkaitan erat dengan tenor KPR. Bank biasanya menetapkan usia maksimal 55 – 65 tahun.

Artinya, jika mengambil KPR di usia 20-an, tentu saja tak masalah mengambil tenor panjang 20 – 25 tahun. Namun, jika usia sudah 40-an tahun saat mengajukan KPR, tenor 20 – 25 tahun tentu sulit untuk mendapatkan persetujuan dari bank. Alternatifnya yaitu mengambil KPR dengan tenor 5 – 15 tahun saja.

Baca juga: Tips Jitu Mendapatkan KPR

Dengan gambaran semacam itu, memang idealnya mengajukan KPR saat usia masih muda, sehingga lebih fleksibel memilih jangka waktu.

Rencana jangka panjang

Selain usia, memilih tenor KPR juga harus diselaraskan dengan rencana jangka panjang keluarga. Misalnya, ingin membeli rumah kedua 15 tahun kemudian. Jadi, sebaiknya rumah pertama tenornya 10 – 15 tahun saja. Sehingga saat tiba waktunya membeli rumah kedua, rumah pertama telah lunas.

Contoh lainnya, baik suami atau istri berencana akan melepas pekerjaan kantoran dan fokus terhadap bisnis 10 tahun lagi. Keduanya ingin saat tidak lagi terikat pekerjaan kantoran, cicilan rumah sudah lunas sehingga beban finansial tidak terlalu berat. Tentu saja mengambil KPR dengan tenor 5 atau 10 tahun adalah pilihan yang tepat.

Pemasukan

Pasangan suami istri pasti menginginkan rumahnya cepat lunas. Sayangnya, seringkali kemampuan finansial belum mendukung untuk itu. Maka, jalan keluarnya adalah mengambil KPR dengan tenor panjang 25 tahun agar mampu membayar cicilan setiap bulannya. Ya, apabila mengambil tenor hanya 15 tahun, belum tentu sanggup membayar cicilannya bukan? Daripada menunggak dan rumah disita, tentu lebih baik menyesuaikan dengan kemampuan.

Baca juga: Sedikit Slowdown, Pembelian Rumah Melalui KPR Kembali Naik Usai Lebaran

Cicilan lain-lain

Perencana keuangan seringkali memberikan saran agar cicilan utang tak melebihi angka 30% dari penghasilan. Hitung baik-baik berapa besaran cicilan KPR sesuai kemampuan. Apabila memiliki cicilan lain seperti mobil, hitung apakah jumlah kedua cicilan tak melebihi 30% dari penghasilan.

Setelah mengetahui seberapa besar cicilan KPR sesuai kemampuan, memilih tenor KPR pun akan lebih mudah.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini