Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OJK Ingin Investor Ritel Dominasi Kepemilikan Saham di Pasar Modal, Apa Alasannya?

Lidya Julita Sembiring , Jurnalis-Sabtu, 12 Agustus 2017 |16:01 WIB
OJK Ingin Investor Ritel Dominasi Kepemilikan Saham di Pasar Modal, Apa Alasannya?
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen mengatakan, pihaknya akan lebih fokus menggaet masyarakat untuk masuk ke pasar modal. Pasalnya dari 250 juta masyarakat di Indonesia, baru 1 juta yang tercatat di pasar modal Indonesia.

"Ke depan tentunya harapan kita partisipasi dari investor ritel di Indonesia sebagai investor domestik yang akan mendominasi transaksi dan kepemilikan saham-saham publik yang tercatat di Indonesia," ungkap Hoesen di Gedung BEI, Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Baca Juga: Siap-Siap! OJK Bidik 50.000 Perusahaan untuk Melantai di BEI

Menurutnya, saat ini investor yang tercatat di pasar modal masih didominasi oleh institusional. Sehingga partisipasi dari investor ritel sangat diharapkan semakin mendominasi.

"Kapasitas buying inside investor institusional investor Indonesia hanya Rp2.000 triliun yakni 30% dalam bentuk SBN, 40% dalam bentuk deposito sisanya dalam bentuk obligasi dan saham. Tidak banyak dari market cap Rp6.000 triliun mungkin hanya 10% atau 15% di institusional," jelasnya.

Baca Juga:Keren! Di BEI, Robert Miles Kisahkan Perjalanan Warren Buffet dari Nol hingga Jadi Orang Terkaya

Lebih lanjut, Hoesen mengatakan bahwa pertumbuhan investasi dari investor institusional seperti dana pensiun dan asuransi juga masih belum tinggi. Bahkan per tahun rata-rata yang tumbuh hanya 2 institusi saja.

"Institusi per tahun mungkin rata-ratanya 2 institusi per tahun. Tetapi fund yang dikelola pun tidak cepat bertumbuh jadi harapan kita, saya sebagai wakil dari OJK berharap bahwa memang inisiatif peningkatan investor domestik ini harus menjadi perhatian kita semuanya," tukasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement