Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fasilitas Listrik dan Air Bersih Minim, Penyebab Banyak Rumah Subsidi Tak Berpenghuni

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 21 Agustus 2017 |17:24 WIB
Fasilitas Listrik dan Air Bersih Minim, Penyebab Banyak Rumah Subsidi Tak Berpenghuni
Ilustrasi: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menemukan banyak rumah yang tidak berpenghuni. Khususnya adalah rumah yang diperuntukkan untuk rumah subsidi atau rumah khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Bahkan dari hasil monitoring yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan bersama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) jumlah rumah subsidi yang tak dihuni cukup besar. Yakni ada sekitar 30-40% rumah bersubsidi yang telah akad kredit tidak dihuni oleh pembelinya.

Baca juga: Bangun Rumah Subsidi Tak Layak Huni, Pengembang Nakal Bakal Di-Blacklist

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Lana Winayanti mengatakan yang menjadi alasan mendasar rumah tersebut belum ditempati dikarenakan fasilitas yang tersedia sangatlah tidak layak. Kebanyakan yang membuat geram konsumen adalah , fasilitas rumah yang ditawarkan seringkali tidak sesuai dengan apa yang ditawarkan ketika akad kredit.

"Ketika diwawancara penghuninya, kenapa tidak dihuni karena rumahnya tidak layak untuk dihuni," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (21/8/2017).

 Baca juga: Tidak Layak Huni, 40% Rumah Subsidi Banyak yang Tak Berpenghuni

Menurut Lana yang paling sering dikeluhkan adalah mengenai pasokan listrik dan air bersih yang sering kali tersendat. Selain itu, konstruksi rumah pun banyak mendapat keluhan tidak layak karena banyak pengembang yang terburu-buru dalam membangun rumah subsidi tersebut.

"Karena belum sesuai keinginan mereka (masyarakat). Konstruksinya kurang bagus. Selain itu standar PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas)-nya belum lengkap," jelas Lana

Baca juga: Miris! Jumlah Keluarga yang Tinggal di Rumah Tak Layak Huni Masih Tinggi

"Sedangkan mereka sudah melakukan protes kepada pengembangnya tapi tidak juga direspons," imbuhnya.

(Rizkie Fauzian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement