Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berkaca dari Kasus First Travel, Yuk Kenali Jasa Umrah Abal-Abal

HaloMoney.co.id , Jurnalis-Selasa, 22 Agustus 2017 |11:39 WIB
Berkaca dari Kasus First Travel, <i>Yuk</i> Kenali Jasa Umrah Abal-Abal
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
A
A
A

2. Mentransfer uang ke rekening pribadi

Banyak kerugian yang diderita jamaah umroh karena salah urus dalam hal keuangan. Salah satu tandanya, nasabah diminta mentransfer ke rekening pribadi para agen marketing atau pemasar. Seharusnya, nasabah mengirim dana tanda jadi ke rekening perusahaan, sebagai bukti sah pembayaran. Jika dikirim ke rekening pribadi, besar kemungkinan dananya tidak diteruskan ke perusahaan travel, namun digunakan untuk kepentingan pribadi. Selain itu, perusahaan penyelenggara umrah akan mudah berkilah dananya tidak diterima perusahaan sehingga posisi konsumen sangat lemah.

3. Tidak transparan

Salah satu tanda manajemen perusahaanpenyelenggara umroh yang baik adalah menerapkan manajemen yang transparan atau terbuka kepada jamaah. Terutama terbuka dalam hal pengelolaan keuangan dan fasilitas bagi jamaah. Misalnya, dengan biaya yang disetorkan jamaah, perusahaan penyelenggara umrah akan memberikan apa kepada jamaah. Semakin detail dan jelas, semakin meningkatkan kepercayaan jamaah.

Selain itu, sejauh mana perusahaan memberikan bukti-bukti legal tentang perusahaan. Seperti surat izin pendirian perusahaan, surat keanggotaanperusahaan dalam asosiasi umrah, hingga surat perpajakan. Jika ada bukti prestasi yang pernah diraih perusahaan, tentu akan semakin baik. Sebaliknya, Anda boleh meragukan kredibilitas perusahaan yang tak mau memberikan berbagai surat izin perusahaan kepada calon jamaah.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement