Wow! Orang Tua Harus Siapkan Rp239 Juta untuk Pendidikan Anak dari SD hingga S1

Widi Agustian, Jurnalis · Rabu 23 Agustus 2017 06:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 22 320 1760876 wow-orang-tua-harus-siapkan-rp239-juta-untuk-pendidikan-anak-dari-sd-hingga-s1-EeBxQATMTw.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Rata-rata biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua di Indonesia untuk mendanai pendidikan anak-anak mereka dari Sekolah Dasar (SD) hingga S1 adalah sebesar USD18.422 atau sekitar Rp239,5 juta (kurs Rp13.000 per USD).

Pengeluaran tersebut meliputi biaya untuk pembayaran SPP, pembelian buku-buku, transportasi dan akomodasi. Jumlah biaya yang dikeluarkan oleh orang tua di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan rata-rata pengeluaran orang tua di tingkat global yang mencapai USD44.221 atau sekitar Rp574,87 juta.

Baca juga: Mencari alternatif penghasilan tambahan

Orang tua di Hong Kong tercatat mengeluarkan biaya pendidikan terbesar yaitu USD132.161 atau sekitar Rp1,7 miliar. Demikian menurut Studi HSBC terbaru bertajuk The Value of Education, Higher and Higher.

Secara global, sumber utama biaya pendidikan yang saat ini ditempuh oleh putra-putrinya adalah dari para orang tua sendiri (87%) dan 85% dari mereka berkomitmen untuk menyediakan biaya pendidikan hingga perguruan tinggi.

Baca juga: Atur Rencana Keuangan? Ini Inovasi yang Dapat Anda Lakukan

Terlepas dari adanya fasilitas pinjaman untuk pelajar atau mahasiswa, tercatat hanya 15% mahasiswa yang menyatakan mereka membiayai sendiri pendidikannya, 16% membiayai dari beasiswa pemerintah, sementara 8% lainnya membiayai dari beasiswa universitas.

“Pendidikan yang lengkap dan berkualitas diyakini orang tua sebagai kunci keberhasilan anak-anak di di era persaingan kerja yang sangat kompetitif,” kata Head of Wealth Management Bank HSBC Indonesia Steven Suryana dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Baca juga: Duh, Masyarakat Masih Nilai Perencanaan Keuangan Hal yang Rumit

Dia melihat komitmen para orang tua di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sangat tinggi. “Mereka bersedia untuk berinvestasi waktu dan uang, bahkan rela mengorbankan kebutuhan-kebutuhan lainnya demi terselenggaranya pendidikan terbaik dan masa depan cerah bagi putra-putrinya,” tambah dia.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini