Share

Wah, Vietnam Ingin Belajar Pembangunan Desa dari Indonesia

Dedy Afrianto, Okezone · Rabu 23 Agustus 2017 19:54 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 23 320 1761752 wah-vietnam-ingin-belajar-pembangunan-desa-dari-indonesia-pdtx17KtKE.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong turut menghasilkan kerjsama pada sektor pembangunan pedesaan. Indonesia dan Vietnam saling bertukar ilmu bertukar ilmu, salah satunya adalah pada sektor pertanian.

"Tadi tindaklanjut dari pertemuan tahun 2015 di mana Vietnam ingin belajar dari Indonesia, Indonesia juga ingin belajar dari Vietnam," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Baca juga: Apa Kabar Pembahasan Batas Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia dengan Vietnam?

Menurutnya, pertanian di Vietnam saat ini sangat maju. Hal ini juga tidak terlepas dari pembelajaran dari Indonesia pada sektor pertanian.

"Kalau kita lihat, pertanian di Vietnam sekarang begitu maju. Mereka katakan bahwa dulunya mereka juga belajar dari Indonesia pada saat KTT Nonblok," ungkapnya.

Vietnam pun saat ini berkeinginan untuk belajar dari Indonesia dalam hal pembangunan pedesaan. Vietnam pun tertarik dengan program pengelolaan pedesaan di Indonesia. Beberapa program seperti Dana Desa hingga Badan Usaha Milik Desa pun turut dilirik oleh Vietnam.

Baca juga: Jokowi Incar Nilai Perdagangan USD10 Miliar dengan Vietnam, Begini Strategi Mendag

"Nah, sekarang Vietnam juga ingin melihat model pembangunan desa seperti di Indonesia dan dengan adanya dana desa, BUMDes, ini pertama di dunia juga. Jadi dia juga mau belajar di situ. Nanti kita juga mau lihat gimana agriculture estate di Vietnam bisa kita lihat dan pelajari untuk diterapkan di Indonesia," ujarnya.

Sebaliknya, Indonesia juga akan belajar dari Vietnam. Salah satunya adalah pada sektor pertanian modern.

"Vietnam lebih unggul dalam pemakaian bibit, bercocok tanam secara modern. Kita mau lihat bagaimana mereka cepat merubah dari pertanian tradisional ke pertanian modern," ungkapnya.

Vietnam mengundang Indonesia untuk belajar secara langsung. Sebelumnya, Indonesia akan saling tukar informasi informasi dengan Vietnam terkait berbagai hal dan ilmu pengetahuan.

Baca juga: Simak! Indonesia Bakal Jual Gas hingga Batu Bara ke Vietnam

"Nanti dari situ kita sepakati apa yang bisa kita kerjasamakan. Di samping komoditi kita dan Vietnam ada yang sama, misalnya lada dan karet, itu kita mungkin bisa bersama untuk menghadapi pasar dunia supaya kita tidak ditekan. Kemudian juga bisa ada yang komplementeri. Vietnam produksi kedelai, kita belum produksi kedelai. Tapi kita ada produksi lain yang bisa kita impor ke Vietnam," ungkapnya.

Selain sektor pertanian, kerjasama juga dilakukan pada sektor pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Muhajir Effendy mengatakan, terdapat beberapa kerjasama secara spesifik yang disepakati dengan Vietnam.

"Pertama, untuk tukar pengalaman di dalam quality insurance, kemudian nanti tukar pengalaman dalam kualitas guru, kemudian pengembangan, tukar menukar kurikulum, kemudian keempat tukar menukar kebudayaan, nanti akan bangun kerjasama di bidang pengembangan laboratorium," kata Muhajir.

Pertukaran pelajar dan guru juga termasuk pada sektor kerjasama yang disepakati dengan Vietnam. Namun, Muhajir menegaskan bahwa kerjasama ini tak berkaitan dengan pertukaran pembelajaran dalam hal ideologi.

"Pertukaran pelajar termasuk, guru juga. Lebih banyak benchmarking sesama anggota ASEAN. Kan, saya sekarang presiden dari The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). Jadi nanti akan terkoneksi ke organisasi SEAMEO itu. Vietnam salah satu anggota," tukasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini