Share

Simak! Indonesia Bakal Jual Gas hingga Batu Bara ke Vietnam

Dedy Afrianto, Okezone · Rabu 23 Agustus 2017 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 23 320 1761569 simak-indonesia-bakal-jual-gas-hingga-batu-bara-ke-vietnam-vQ23GSJdyG.jpg Foto: Dedy Afrianto

JAKARTA - Sektor energi turut menjadi salah satu hal yang disepakati dalam pertemuan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini.

Menteri ESDM Ignasius Jonan pun turut mendatangi nota kesepahaman dengan Menteti Industri dan perdagangan Vietnam Tran Tuan Anh. Pada pertemuan ini, terdapat dua hal yang disepakati pada sektor energi. Kerjasama pertama yang disepakati adalah pada sektor penjualan batu bara.

"Kalau batu bara itu kebanyakan nanti implementasinya business to business. Jadi perusahaan yang memiliki konsesi tambang batu bara di Indonesia itu hasil produksinya dijual ke perusahaan yang ingin membeli di Vietnam. Ya kebanyakan mungkin perusahaan kelistrikan dan perusahaan lain di Vietnam," kata Jonan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/8/2017).

Baca juga: Bertemu Partai Komunis Vietnam, Jokowi Minta Investor Indonesia Diberikan Kemudahan

Memorandum of Understanding atau nota kesepahaman ini disepakati sebagai payung dari kerjasama ini. Kerjasama ini nantinya akan dilakukan secara business to business.

"Ini hanya payung fasilitasi aja supaya ada perhatian kedua pemerintah ini, supaya ekspor batu bara Indonesia ke Vietnam ini juga bisa jalan. itu saja sebenarnya," kata Jonan.

Selain batu bara, Indonesia juga sepakat menjalin kerjasama pada penjualan gas pada batas kontinen. Adapun gas yang akan dijual adalah hasil produksi dari Blok Tuna.

"Kita punya blok, namanya blok Tuna, bukan Natuna. Blok Tuna itu di Kepulauan Natuna, di perbatasan yang sekarang kadang-kadang bermasalah, batas kontinen," ujar Jonan.

Baca juga: Sederet Kerjasama Jokowi dengan Partai Komunis Vietnam, Termasuk Sektor Ekonomi!

Gas ini nantinya akan dialirkan melalui pipa. Nantinya dibutuhkan pipa hingga 70 kilometer untuk mengalirkan gas ke daratan Vietnam.

"Hasil gas dari blok Tuna yang dikelola oleh premier Oil itu melalui SKK Migas akan menjual gasnya ke Vietnam. Jadi pasang pipa. Kalau dari batas perairan, wilayah perairan itu mungkin dari sumur ke situ mungkin (panjang pipa) 11 km. Bah maju lagi sampai ke daratan mungkin 60 km jadi 70-an km," ujarnya.

Gas pada kawasan blok tuna ini memang perlu dijual ke Vietnam. Sebab, jika dijual ke Indonesia akan membutuhkan biaya yang begitu besar.

Baca juga: Kerjasama Maritim dengan Vietnam, Jokowi Bahas Zona Ekonomi Eksklusif

Menurut Jonan, butuh pipa hingga mencapai 382 km jika ingin mengalirkan gas dari blok tuna ke Indonesia. Artinya, harga jual gas dapat lebih tinggi jika dijual ke Indonesia.

"Ya harganya jadi mahal kalau dijual ke sini. jadi lebih baik dijual ke sana," ujarnya.

Hanya saja, belum diketahui berapa nilai dari kerjasama ini. Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia dan Vietnam.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini