Selain batu bara, Indonesia juga sepakat menjalin kerjasama pada penjualan gas pada batas kontinen. Adapun gas yang akan dijual adalah hasil produksi dari Blok Tuna.
"Kita punya blok, namanya blok Tuna, bukan Natuna. Blok Tuna itu di Kepulauan Natuna, di perbatasan yang sekarang kadang-kadang bermasalah, batas kontinen," ujar Jonan.
Baca juga: Sederet Kerjasama Jokowi dengan Partai Komunis Vietnam, Termasuk Sektor Ekonomi!
Gas ini nantinya akan dialirkan melalui pipa. Nantinya dibutuhkan pipa hingga 70 kilometer untuk mengalirkan gas ke daratan Vietnam.
"Hasil gas dari blok Tuna yang dikelola oleh premier Oil itu melalui SKK Migas akan menjual gasnya ke Vietnam. Jadi pasang pipa. Kalau dari batas perairan, wilayah perairan itu mungkin dari sumur ke situ mungkin (panjang pipa) 11 km. Bah maju lagi sampai ke daratan mungkin 60 km jadi 70-an km," ujarnya.
Gas pada kawasan blok tuna ini memang perlu dijual ke Vietnam. Sebab, jika dijual ke Indonesia akan membutuhkan biaya yang begitu besar.