nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kok Bisa Data Nasabah Dijual? Ini Cerita Awalnya

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Sabtu 26 Agustus 2017 10:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 26 320 1763547 kok-bisa-data-nasabah-dijual-ini-cerita-awalnya-ytJD6kAidI.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penjualan data nasabah perbankan yang marak saat ini ternyata bermula dari teknologi yang semakin canggih di zaman modern ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan para penjual data nasabah tersebut tidak bermaksud menjual datanya tapi karena kecanggihan teknologi dan ada kesempatan maka penjualan dimulai.

Baca Juga: Dirut BRI Bakal Pecat Karyawan yang Berani Jual Data Nasabah!

"Teknologi semakin canggih tapi di sisi lain ada risiko terkait dengan data nasabah yang mungkin tanpa disadari dan tanpa disengaja mungkin enggak sadar bahwa datanya itu bisa diperjualbelikan," ungkap Direktur Market Conduct OJK Bernard Widjaja, saat dihubungi Okezone di Jakarta.

Menurutnya, sales perbankan pasti mempunyai target masing-masing berapa jumlah nasabah yang harus dipenuhi per bulannya. Sehingga terjadilah pertukaran informasi yang sering terjadi antar sales dari bank berbeda.

Baca Juga: Jual Beli Data Nasabah, Ketua OJK: Masyarakat Harus Paham Ketika Isi Formulir

"Kemudian di sisi lain itu memang ada khususnya para sales untuk produk layanan di perbankan seperti asuransi, mereka kan punya target sehingga mereka makin intens tukar informasi sesama sales untuk mencari nasabah yang memiliki potensi. Potensial buyer, caranya mereka tentu mendapatkan data informasi yang tercepat, efisien dan efektif dan dengan cara yang salah," jelasnya.

Bernard menjelaskan, awalnya para sales produk perbankan dan asuransi atau jasa keuangan lainnya tidak berniat untuk menjual data nasabah. Tapi hanya saling bertukar data untuk mencapai target mereka.

Baca Juga: Data Nasabah Rentan Bocor, Hati-Hati dengan Pegawai Bank Palsu

"Awalnya mereka itu saling menukar, tukar informasi diantara marketing tapi lama-lama justru setelah mereka keluar dari itu, mereka itu datanya mungkin sedikit dari mereka diperjualbelikan dan dibagikan kepada teman-teman atau jaringan sebelumnya," tukasnya.

(tro)

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini