Satelit lainnya pun menjadi opsi dari perbaikan jaringan ATM dan kantor kas. Saat ini, sejumlah perbankan masih melakukan proses pemulihan.
"Hari Jumat itu ada gangguan yang sifatnya anomali, tentu perbankan itu khususnya memperhatikan di kantor kasnya dan di ATMnya, dan langkah pertama adalah mereka mengalihkan agar posisinya tidak menggunakan satelit Telkom-1. Dialihkan ke Telkom-3S atau ada dua satelit yang lain yang juga menyediakan jaringan komunikasi untuk solusi," ujarnya.
Menurutnya, BI juga terus melakukan peninjauan terkait persoalan ini. Diharapkan, alternatif satelit bisa dimanfaatkan dalam melakukan proses pemulihan.
"Kita sudah minta follow up report pada tadi pagi jam 8 sampai jam 9 untuk membahas dengan Telkom dan ada 5 provider jaringan menggunaan Telkom-1 itu semua sudah bicara dengan Bank Indonesia dan OJK dan juga kita sudah mengundang perbankannya," ujarnya.
Dia melanjutkan, BI juga mempersiapkan jajaran untuk menghadapi gangguan satelit ini. Layanan kliring dan Real-Time Gross Settlement (RTGS) menjadi perhatian BI agar tak terkena dampak dari gangguan satelit ini.
"Kami dari BI menegaskan bahwa kami mempersiapkan jajaran satuan kerja BI untuk mendukung sistem pembayaran baik itu sistem kliring, sistem RTGS, ataupun pengelolaan uang untuk meyakinkan tidak ada hambatan dari kondisi yang dialami satelit Telkom-1," ujarnya.