nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gangguan Satelit Telkom-1, BNI Pastikan 100% ATM Telah Dapat Digunakan

Dedy Afrianto, Jurnalis · Minggu 10 September 2017 20:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 10 320 1773145 gangguan-satelit-telkom-1-bni-pastikan-100-atm-telah-dapat-digunakan-PTUUiKy6Bq.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gangguan satelit Telkom-1 yang terjadi pada akhir Agustus lalu telah berdampak pada terganggunya operasi sejumlah jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dimiliki beberapa perbankan. Upaya perbaikan pun telah dilakukan secara bertahap oleh pihak PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dan perbankan terkait.

Sejumlah bank BUMN pun turut mengalami dampak dari gangguan satelit ini. Salah satunya adalah ATM milik PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.

Menurut Sekretaris Perusahaan Bank BNI Ryan Kiryanto, terdapat 1.151 ATM yang terkena dampak dari gangguan satelit Telkom-1. Jumlah ini hanya mencapai 6,56% dari 17.557 ATM BNI.

Selain itu gangguan juga dialami para sejumlah Kantor Cabang Pembantu (KCP) dan juga Kantor Kas (KK). BNI mencatat, gangguan terjadi di 51 outlet atau mencapai 2,78% dari 1.837 outlet BNI.

Telkom sendiri menargetkan pemulihan site pelanggan yang terdampak gangguan Satelit Telkom-1 dapat selesai dilakukan pada hari ini, 10 September 2017. Artinya, seluruh jaringan ATM dan kantor kas yang terdampak kerusakan satelit Telkom-1 telah dapat berfungsi secara normal sejak hari ini.

Menurut Ryan, saat ini seluruh ATM dan outlet yang terdampak gangguan satelit Telkom-1 telah berfungsi secara normal. BNI mencatat, 1.151 ATM telah berfungsi secara normal sejak Kamis, 7 September 2017 lalu.

"51 outlet telah berfungsi secara normal pada hari minggu tanggal 3 September 2017," kata Ryan Kiryanto dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Jakarta, Minggu (10/9/2017).

BNI selama ini memang telah melakukan langkah-langkah untuk memulihkan jaringan. Beberapa di antaranya adalah Mlmembentuk Crisis Center guna memudahkan koordinasi dengan pihak Telkom, provider jaringan komunikasi, dan business user.

Menurut Ryan, BNI juga telah melakukan pemantauan proses recovery secara rutin dan bekerja bersama-2 di lapangan bersama Telkom dan Provider Jarkom. Proses recovery ini dilakukan berdasarkan prioritas lokasi outlet dan ATM.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini