nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siap-Siap! Jalur Kereta Aceh-Riau Terkoneksi 2019

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 28 September 2017 16:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 28 320 1784851 siap-siap-jalur-kereta-aceh-riau-terkoneksi-2019-BrMkhRXY2c.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

MEDAN - Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, menargetkan penyelesaian jalur kereta api penghubung Aceh hingga Riau, dapat dirampungkan tahun 2019 mendatang. Untuk proyek pembangunan jalur itu, telah dianggarkan dana sekira Rp.5 triliun.

"Tahun ini mulai kita kerjakan, baik untuk koneksi Aceh-Sumut maupun Sumut Riau. Ada anggaran yang dikucurkan senilai Rp2,5 triliun. Tahun depan juga sudah kita minta Rp1,5 triliun lagi," ujar Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Edy Nursalam di Medan, Kamis (28/9/2017).

 Baca juga: Kereta Api Jayakarta Premium Resmi Beroperasi, Ini Rutenya

Edy memaparkan, untuk koneksi Sumut-Aceh, tahun ini akan dibangun jalur penghubung Binjai-Besitang. Selanjutnya nanti jalur tersebut akan disambungkan hingga ke Langua, Aceh.

Sementara koneksi Sumut-Riau, tahun ini akan dibangun jalur Rantauprapat-Kota Pinang sejauh 40 kilometer (km). Jalur itu kemudian akan disambungkan ke Duri, dan ke Pelabuhan Dumai.

 Baca juga: Di Usia ke-71, KAI Berharap Bisa Jadi Tulang Punggung Transportasi Nasional

"Jadi ini akan sangat potensial mendorong kegiatan pergerakan barang dan juga perekonomian masyarakat di tiga provinsi tersebut," jelasnya.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara, Amanaj Gappa mengatakan, untuk penyelesaian Jalur Aceh-Riau itu, mereka telah menandatangani kontrak dengan 83 perusahaan konstruksi dan konsultan. Baik itu perusahaan lokal di Sumatera, Aceh dan Riau, maupun perusahaan nasional dan BUMN.

 Baca juga: Mantap, Proyek Kereta Trans Kalimantan Mulai Dilirik Investor

Sementara untuk anggaran, dari Rp2,5 triliun yang sudah dikucurkan tahun ini, sekira 50% sudah digunakan. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan konstruksi maupun pengadaan lahan.

"Seluruh kegiatan di tahun 2017, itu sekitar Rp2,5 triliun, meliputi kegiatan di Aceh, Medan dan ke arah Rantau Prapat-Kota Pinang dan Bandar Tinggi-Kuala Tanjung. Ada yang reaktifiasi, jalur baru, lalu ada yang teknologi baru seperti jalan layang. Memang agak rendah serapannya, tapi ini sedang kita percepatan. Masih ada tiga bulan lagi. Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa 60-70 Persen," pungkasnya.

Pembangunan jalur kereta api Aceh-Riau merupakan bagian dari proyek pembangunan jalur kereta api Trans Sumatera yang ditargetkan pemerintah rampung di tahun 2019. Namun karena keterbasan anggaran, pelaksanaan proyek itu molor dari target.

Pemerintah berharap pihak swasta dapat ambil peran untuk berinvestasi dalam mega proyek itu. Pemerintah menskemakan proyek itu dengan 30 persen pembiayaan pemerintah dan 70% swasta.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini