nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Muncul Aplikasi e-Faktur Versi 2.0, yang Asli Hanya di Ditjen Pajak

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Minggu 01 Oktober 2017 11:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 01 20 1786507 muncul-aplikasi-e-faktur-versi-2-0-yang-asli-hanya-di-ditjen-pajak-yhFXO18pjG.jpg Direktorat Jenderal Pajak (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan penjelasan terkait dengan pemberitaan yang menjadi viral di social media tentang e-Faktur versi 2.0. Akhir – akhir ini, ditemukan aplikasi yang menyediakan e-faktur versi 2.0, yang dapat diunduh oleh masyarakat.

Direktur Penyuluhan,Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Pajak Hestu Yoga Saksama menegaskan informasi resmi terkait aplikasi e-faktur versi 2.0 hanya dapat diperoleh di website DJP di www.pajak.go.id. Dengan kata lain, e-faktur dari aplikasi tersebut tidak bersifat resmi dari pihak DJP.

“ Informasi yang beredar di masyarakat terkait aplikasi faktur pajak dengan menyebutkan link pajak yang bukan dari situs resmi Ditjen Pajak, dengan ini disampaikan bahwa informasi tersebut tidak dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak,” terang Hestu melalui keterangan tertulis, Minggu (1/10/2017).

Baca Juga: "Geledah" Wajib Pajak, DJP Beberkan Teknis Penilaian Harta di SPT

 

Di informasikan bahwa faktur pajak sederhana, yaitu faktur pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak secara eceran sebagaimana dimaksud Peraturan Pemerintah No 1 Tahun 2012 (contoh: struk yang dibuat oleh supermarket), masih diperkenankan dibuat sesuai Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor Per-58/PJ/2010 tentang Bentuk Dan Ukuran Formulir Serta Tata Cara Pengisian Keterangan Pada Faktur Bagi Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran. Faktur pajak sederhana sebagaimana dimaksud dibuat tidak dengan aplikasi e-faktur.

“ Sedangkan untuk penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak selain eceran, maka pembuatan faktur pajaknya menggunakan aplikasi e-faktur,” kata Hestu.

Hestu melanjutkan, mulai 1 Oktober 2017, aplikasi e-faktur dilakukan penyempurnaan dengan versi 2.0, hal ini dilakukan sesuai kebutuhan pengusaha dan kebutuhan DJP. Fitur penyempurnaan dari aplikasi e-faktur versi 2.0 antara lain Pengusaha Kena Pajak dihimbau untuk memasukkan NIK atau nomor paspor pembeli yang tidak memiliki NPWP.

Baca Juga: Ingin Belanja di Luar Negeri? Download Dulu Ceisa Mobile untuk Hitung Pajaknya

Himbauan untuk memasukkan NIK atau Pasport Pembeli yang tidak memiliki NPWP bersifat opsional atau pilihan dan dimaksudkan untuk melindungi Pengusaha Kena Pajak Penjual maupun pihak pembeli atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dibayar oleh pembeli dan disetor oleh Pengusaha Kena Pajak Penjual.

“ Demikian penegasan ini kami sampaikan, semoga memberikan kejelasan bagi seluruh masyarakat,” kata Hestu.

 Baca Juga: Wah! Ada 3 Golongan Wajib Pajak yang Dapat Diskon, Siapa Saja?

Bagi masyarakat atau Wajib Pajak yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai seputar perpajakan dan berbagai program dan layanan yang disediakan Ditjen Pajak dapat dilihat pada www.pajak.go.id atau hubungi Kring Pajak di 1500 200. (ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini