Image

Semua Serba Online, Transaksi E-Commerce RI Diprediksi Tembus USD130 Miliar di 2020

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 14:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1794011 semua-serba-online-transaksi-e-commerce-ri-diprediksi-tembus-usd130-miliar-di-2020-Dqh5b0CNwr.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Transaksi e-commerce Indonesia pada tahun 2020 diproyeksi akan berkembang pesat. Bahkan angka transaksi diprediksi mencapai USD130 miliar.

Adapun angka ini jauh lebih tinggi dari target negata lainnya seperri Vietnam yang memproyeksi hanya sebesar USD10 miliar si 2020. Oleh sebab itu Indonesia diprediksi menjadi negara dengan transaksi online terbesar di antara negara ASEAN.

"Target tahun 2020 transaksi USD130 miliar. Ada yang mengatakan target ini terlalu ambisius, tapi kita sudah kaji oleh konsultan, bahkan bisa lebih cepat. Tahun 2020 the biggest ASEAN. Akses broadband meningkat dengan peta jalan e-commerce," ungkap Kepala Subdit Tata Kelola e-Business Direktorat e-Business Kominfo Nyoman di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Baca Juga: Bisnis Online vs Offline Kian Sengit, Apa Kata Mendag?

Menurutnya, pengembangan e-commerce di Indonesia meningkat pesat di 2020, dikarenakan era ekonomi digital yang menjadi pilihan masyarakat. Hal ini terlihat dari bisnis online yang semakin menjamur baik dari kebutuhan hingga transportasi online.

"Era ekonomi digital disruptif tidak bisa lagi dipertahankan, bisnis sekarang taksi online, konvensional, aplikasi berubah. E-commerce bukan hanya domain Kominfo ini harus kerjasama. Tren ke depan e-commerce seperti yang sudah dialami saat ini," jelasnya.

Baca Juga: Toko Online Menjamur, Jokowi: Perubahan Digital Tak Bisa Dilawan

Lanjut Nyoman, yang perlu diperhatikan dalam transaksi online adalah kenyamanan masyarakat albertansaksi. Oleh sebab itu, yang mungkin harus diperbaiki ke depannya yakni pelayanan agar tidak terjadi kelambatan dalam proses transaksi hingga pengiriman barang.

"Yang penting customer experience, caranya memperbaiki delivery layanan konten. Delay 30 detik aja malas, kita bisa merasakan yang relevan dengan diri kita sendiri. Domain device ada di mana-mana dan dengan mobile apps tahu karakteristik dari kita. Big data dan segala sesuatu mempengaruhi," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini