Image

Transaksi Online Ditargetkan USD130 Miliar, Pengusaha E-Commerce "Kerutkan Dahi"

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 16:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1794142 transaksi-online-ditargetkan-usd130-miliar-pengusaha-e-commerce-kerutkan-dahi-OkaAIf97TR.jpg Ilustrasi Belanja Online. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Co Founder and CFO Bukalapak, M Fajrin Rasyid meragukan target transaksi online atau e-commerce Indonesia bisa mencapai angka USD130 miliar atau Rp1.755 triliun (kurs Rp13.500) di 2020. Sebab tahun ini Indonesia baru bisa mencapai angka transaksi sebesar USD8 miliar.

Menurutnya, memang transaksi online tahun ini meningkat, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tercatat, pada 2015 transaksi online mencapai USD1,7 miliar, dan meningkat hingga sekitar USD8 miliar pada tahun ini. Meski demikian, kenaikan USD130 miliar dalam tiga tahun dianggap terlalu ambisius.

"Angka USD130 miliar agak-agak meragukan. Kalau transaksi e-commerce fisik 2017 estimasi USD7 miliar sampai USD8 miliar dibanding USD1,7 miliar di 2015," ungkapnya di Jiexpo, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Baca Juga: Berkembang Terlalu Pesat, Kemenkeu Sulit Pajaki E-Commerce

Menurutnya, transaksi tersebut kemungkinan mencapai USD130 miliar pada 2020, jika semua transaksi online dihitung. Sebab, jika melihat hanya dari sisi transaksi dagang online saja angka tersebut terlalu besar.

"Mungkin saya belum pernah melihat breakdwon sebelumnya. Dari berbagai analis dan riset yang saya baca angkanya masih puluhan. Tapi feeling saya USD130 miliar itu memasukkan hampir seluruh elemen digital, termasuk travel, digital goods kayak games. Kalau puluhan miliar itu e-commerce fisik, yang dikirim melalui online," jelasnya.

Baca Juga: Toko Online Menjamur, Jokowi: Perubahan Digital Tak Bisa Dilawan

Menurutnya angka tersebur kemungkinan tercapai jika bukan hanya dari e-commerce dan transportasi online saja tapi semua transaksi yang serba digital. "Semuanya travel, semua online bisnis. Tapi bisa dikonfirmasi ke pihak Kominfo," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini