BATAM - Lion Air Group akan membangun sekitar 600 unit rumah untuk para pegawai Batam Aero Technic (BAT) yang merupakan pusat hanggar perbaikan dan perawatan pesawat udara milik Lion Air Group di Batam.
Perumahan ini berada di atas lahan seluas 88.329,57 meter persegi dan terbagi dalam beberapa tipe dengan harga subsidi di bawah Rp150 juta. Selain itu ada pula rumah dengan harga di atas Rp150 juta hingga Rp500 juta.
Khusus rumah di atas Rp150 juta akan dikenakan pembayaran berjenjang atau cicilan dengan bunga 7,7%.
Baca juga: Lion Air Bangun Kawasan Perawatan dan Perbaikan, Luasnya Sampai 32 Ha
"Kami ingin cepat. Kami juga akan membangun 10.000 unit rumah karyawan di Lebak, Banten," ujar Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait, dalam prosesi peletakan batu pertama pembangunan perumahan BPJS, Lion Residences di Batam, Kamis (12/10/2017).
Sebanyak 600 unit rumah ini diperuntukkan untuk 1.020 pegawai yang bertugas di Hanggar Batam Aero Technic.
Sirait mengatakan, Lion menggandeng pihak BPJS Ketenagakerjaan dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) dalam mendukung program pemerintah membangun 1 juta rumah murah.
Dia berharap fasilitas ini dapat semakin memenuhi kebutuhan primer para pegawai untuk memiliki huniannya sendiri.
Baca juga: Lion Air Operasikan Boeing 737 Max-8 Pertama di Indonesia
Hunian ini berjarak kurang dari 5 km dari hanggar ataupun Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, atau tepatnya di Jalan Hang Jebat, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa.
Dalam tahap pembangunan awal perumahan ini, akan dibangun 320 unit rumah yang terdiri dari 110 unit rumah bersubsidi dan 210 unit rumah non-subsidi
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.