Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Rp3.866 Triliun, Rp1.126 Triliun Utang Indonesia Berdenominasi Dolar AS

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Kamis, 19 Oktober 2017 |14:22 WIB
Dari Rp3.866 Triliun, Rp1.126 Triliun Utang Indonesia Berdenominasi Dolar AS
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, utang Pemerintah Pusat naik menjadi Rp3.866,45 triliun, terdiri dari SUN sebesar Rp2.591,55 triliun (67,0%), SBSN sebesar Rp536,91 Triliun (13,9%), dan pinjaman sebesar Rp737,99 triliun (19,1%).

Utang tersebut didominasi oleh utang dalam mata uang Rupiah (59%), diikuti porsi utang dalam mata uang asing (41%), yakni dolar AS (29%), Yen Jepang (6%), Euro (4%), Special Drawing Right (1%), dan beberapa valuta asing lain (1%).

Baca juga: Wah, Kepemilikan Asing di Surat Utang Negara Naik 5,15%

Sementara data Bank Indonesia (BI) mencatat, utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Agustus 2017 tercatat USD340,5 miliar atau tumbuh 4,7% (yoy). Berdasarkan kelompok peminjam, ULN sektor swasta tercatat USD165,6 miliar atau 48,6% dari total ULN atau tumbuh 0,1% (yoy), setelah pada Juli 2017 mengalami penurunan sebesar 1,1% (yoy).

Posisi ULN sektor publik dari pemerintah dan bank sentral pada Agustus 2017 tercatat USD174,9 miliar atau 51,4% dari total ULN, tumbuh 9,5% (yoy), sedikit meningkat dari 9,2% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: Naik 4,7%, Kini Utang Luar Negeri Indonesia Jadi USD340 Miliar

Berdasarkan jangka waktu asal, pertumbuhan ULN jangka panjang dan jangka pendek tetap terkendali. ULN berjangka panjang tumbuh 3,3% (yoy) pada Agustus 2017, sedikit mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,6% (yoy). Sementara itu, ULN berjangka pendek tumbuh 14,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 13,1% (yoy).

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement