nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selama Aturan Dikaji, Tarif Lama yang Berlaku untuk Taksi Online

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 20 Oktober 2017 20:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 20 320 1799560 selama-aturan-dikaji-tarif-lama-yang-berlaku-untuk-taksi-online-azFEIIVxlz.jpg Konferensi Pers Aturan Taksi Online (Foto: Lidya Sembiring/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merevisi Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek alias taksi online. Diantaranya yang dikaji adalah batasan tarif bawah dan atas taksi online.

Sementara dalam pembahasan tarif, Kemenhub saat ini masih memeberlakukan tarif bawah dan atas sebelumnya. Dimana pembagian tarif dibedakan kedalam dua wilayah.

 Baca juga: Aturan Taksi Online Direvisi, Pengemudi Masih Keberatan Soal BPKB

"Tarif batas Wilayah 1 untuk Sumatera, Jawa dan Bali itu batas atas Rp6.000 per Km dan batas bawah Rp3.500 per Km. Wilayah 2 selain dari itu, yakni Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, Papua dan Sulawesi tarif batas bawah Rp3.700 dan atas Rp6.500," ungkap Direktur Moda Angkutan Darat Cucu Mulyana di Kemenhub, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Selain itu, dirinya menjelaskan skema penetapan tarif baru nanti akan memperhitungkan semua aspek dan modal yang dikeluarkan oleh pihak driver online.

 Baca juga: Diwajibkan Buat Koperasi Usaha, Driver Taksi Online Minta Extra Time

"Kita sudah pikirkan semua berapa yang dikeluarkan oleh taksi online. Mulai dari pulsa, biaya, pajak, asuransinya. Asuransi utuk penumpang dan supir. Udah kita masukkan kedalam komponen biaya itu," jelasnya.

Lanjutnya, dalam penghitungan tarif semua telah dimasukkan sehingga tidak akan merugikan taksi online dan pendapatannya tidak berkurang.

 Baca juga: Sebelum Sahkan Tarif Baru Taksi Online, Kemenhub Nantikan Respons Daerah

"Di dalam situ semua perizinan, besaran kuota, wilayah operasi, tarif sudah ditetapkan sebelum PM ini terbit. Itu tetap berlaku sampai ada evaluasi lebih lanjut," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini