3 Tahun Jokowi-JK, REI: Rumah Subsidi Bisa Terkelola dengan Baik!

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 20 Oktober 2017 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 20 470 1799537 3-tahun-jokowi-jk-rei-rumah-subsidi-bisa-terkelola-dengan-baik-RFw4ACbxwi.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) memasuki tahun ketiga. Banyak capaian yang sudah diraih keduanya di berbagai bidang.

Salah satunya adalah program satu juta rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi. Yang mana program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

 Baca juga: Menekan Backlog 11,4 Juta Unit dengan Program Sejuta Rumah, Sejauh Apa Hasilnya?

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan dalam tiga tahun kepemimpinan Presiden Jokowi, program satu juta rumah sangat vital dan penting. Menurutnya, berkat program satu juta rumah, hunian untuk MBR bisa di manage dengan sangat baik.

"Faktanya rumah itu kan penting. Kalau tidak ada program ini, ini program rumah rakyat nggak ter-manage lah. Tambah kocar-kacir," ujarnya saat ditemui dalam acara diskusi yang diselenggarakan Smart Property Consulting di Hotel Mercure, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

 Baca juga: Hingga September, Pemerintah Bangun 623.334 Rumah bagi Pekerja Bergaji Rp3 Juta

Menurut Soelaeman, masyarakat masih terpatok pada kata sejuta rumah yang ada dalam program ini. Sehingga banyak masyarakat yang mengkalkulasi mengenai program ini dengan kata satu juta itu sendiri.

Padahal tujuan utama dari program ini adalah untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat MBR. Sehingga jika dilihat dari tujuan awalnya, menurutnya program satu juta rumah ini sudah cukup baik setidaknya menghadirkan hunian murah untuk masyarakat.

 Baca juga: 3 Tahun Jokowi-JK, Realisasi Rumah Murah Baru 2,2 Juta dari 3 Juta

"Jadi diluar kata sejuta itu kan terbangun spirit bahwa pemerintah ini care menangani nasib rakyat mengenai perumahan. Jadi ini prinsip sekali. Jadi orang suka terjebak satu juta-satu juta. Jadi orang suka mengkalkulasi ini tercapai nggak satu juta. Jadi sebenarrnya bukan soal itunya yang paling krusial," jelas pria yang kerap disapa Eman.

"Bahwa kepentingan rumah rakyat ini, pemerintah tuh berada disitu untuk bagaimana rakyat itu harus mendapatkan hunian yang layak Karena program di satu juta rumah ini kan semua jenis hunian ada. Hunian yang komersial yang mewah ada, untuk hunian yang MBR itu pemerintah hadir untuk bagaimana memberikan subsidi, memberikan kemudahan-kemudahan," imbuhnya.

Bahkan kepedulian pemerintah untuk menyajikan kebutuhan hunian juga tersaji melalu banyak program. Dari mulai pembangunan rusunawa, rumah swadaya hingga bedah rumah.

"Untuk rumah golongan miskin hadir juga, mlembangun rusunawa, bedah rumah yang dibilang rumah swadaya. Jadi untuk seluruh kumpulan masyarakat seluruh stratanya kan hampir ada disitu. Di rumah murah kan pemerintah hadir bagaimana caranya mempermudah para pengembang ini untuk bisa membangun secara lebih cepat dan murah. Ini kan garis filosofinya disana," jelasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini