3 Tahun Jokowi-JK, Kadin Imbau Pembangunan di Kawasan Timur Dikebut

ant, Jurnalis · Sabtu 21 Oktober 2017 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 21 320 1799837 3-tahun-jokowi-jk-kadin-imbau-pembangunan-di-kawasan-timur-dikebut-OAh55AbZTe.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyatakan agar Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terus menggencarkan pembangunan infrastruktur kawasan timur Indonesia (KTI) dan diharapkan jangan sampai mengendur.

"Kami berharap jangan mengendur. Silakan pak Jokowi tancap gas lagi pada dua tahun terakhir," kata Wakil Ketua Umum Kadin KTI Andi Rukman Karumpa, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (21/10/2017).

Menurut dia, ritme pembangunan infrastruktur KTI sejauh ini sudah berada di jalur yang tepat dan tereksekusi dengan baik, namun performanya diharapkan tidak menurun karena diterpa sejumlah persoalan ketersediaan anggaran melalui bentuk utang.

Baca juga: Wih! Kementerian PUPR Siapkan Rp20 Triliun untuk Infrastruktur Sumatra, Bangun Apa Saja?

Apalagi, Andi menilai bahwa berbagai negara seperti China juga sedang melaju kencang membangun infrastruktur, sehingga pembangunan infrastruktur KTI juga jangan sampai ketinggalan.

"Bahkan Tiongkok, dalam banyak hal sudah melampaui Amerika Serikat, tetapi kita di sini masih ribut soal politik yang tak ada ujung pangkalnya," jelasnya lebih lanjut.

Diharapkan agar semua pihak menjaga kondusivitas dan stabilitas politik dalam dua tahun terakhir Pemerintahan Jokowi-JK agar pemerintah bekerja lebih tenang.

Hanya saja, Andi meminta agar pembangunan infrastruktur perhubungan secara besar-besaran ini, diikuti oleh kebijakan dan pembangkit listrik secara masif juga untuk menarik investasi.

"Dengan dibangun infrastruktur perhubungan akan terjadi konektivitas. Tapi listriknya harus cepat dibangun supaya ada industri masuk. Listrik jangan hanya untuk konsumsi, tapi juga untuk industri," katanya lagi.

Baca juga: Menko Luhut: Penyebab Kemiskinan Itu Infrastruktur!

Ia mengingatkan bahwa selain Papua, infrastruktur Sulawesi juga mengalami banyak kemajuan, sehingga daerah ini dapat tumbuh rata-rata 6,52% pada semester 1-2017, disusul Kalimantan dan Bali serta Nusa Tenggara.

Kadin menilai bahwa pemerintahan Jokowi-JK telah meletakkan fondasi pembangunan infrastruktur di KTI pada tahun pertama, kemudian disusul upaya pemerataan dengan mendorong realisasi tol laut dan kebijakan satu harga bahan bakar minyak.

"Kebijakan satu harga BBM di Papua telah mendorong efisiensi dan daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi Papua lebih tinggi ke depan," katanya pula.

Pada sektor perhubungan, pemerintah pusat juga telah merampungkan dan meresmikan sejumlah bandara di Papua dan Sulawesi, mempercepat pengembangan jalan Trans Papua, pembukaan lahan sawah baru di Sulawesi dan Kalimantan, percepatan pembangunan rel kereta api Sulawesi, serta peresmian sejumlah pembangkit listrik.

(tro)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini