Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RAHASIA SUKSES: Robin Li, CEO Baidu yang Jadi Garda Depan "Melawan" Google

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Sabtu, 21 Oktober 2017 |18:06 WIB
RAHASIA SUKSES: Robin Li, CEO Baidu yang Jadi Garda Depan
Ilustrasi (Foto: Reuters)
A
A
A

Namun, kisah sesungguhnya Baidu berawal pada musim panas 1998 di Silicon Valley, Eric Xu, seorang ahli biokimia berusia 34 tahun, mengenalkan temannya Robin Li kepada John Wu, yang kemudian menjadi tim di mesin pencari Yahoo.

Li pada waktu itu, adalah seorang insinyur yang frustrasi di Infoseek, mesin pencari Internet yang sebagian dimiliki oleh Disney. Seperti Disney, Wu dan Yahoo juga kehilangan minat terhadap prospek bisnis search engine dan mengalihkan lini bisnis tersebut ke sebuah startup kecil bernama Google.

Namun, pengalamannya di Yahoo membuat dia tetap optimistis terhadap bisnis search engine. Oleh karena itu, ketika orang-orang di Yahoo tidak menganggap pencarian itu penting, Li bertekad untuk tetap bertahan.

Setahun kemudian, Li pun mendirikan perusahaan pencari sendiri di China, menamainya Baidu. Saat ini, Baidu memiliki nilai pasar sebesar USD3 miliar dan mengoperasikan situs Web keempat yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Dan Baidu melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh perusahaan internet lain: meneror Google dan Yahoo di pasar mereka seniri.

Dengan pemerintah China yang kerap melarang pertumbuhan internet di negaranya, dia pun harus berjuang mengembangkan Baidu. Namun, dengan penduduk China mencapai populasi 1,3 miliar, dan sekira 130 juta di antaranya adalah pengguna internet, maka China menjadi pasar online yang terbesar setelah Amerika.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement