Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Keok ke Rp13.651, BI: Cadangan Devisa Kita Jauh Lebih Besar

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 27 Oktober 2017 |16:29 WIB
Rupiah <i>Keok</i> ke Rp13.651, BI: Cadangan Devisa Kita Jauh Lebih Besar
Ilustrasi: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Mata uang Rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sejak pembukaan, Rupiah bergerak dikisaran Rp13.608 per USD hingga Rp13.651 per USD.

Menanggapi hal tersebut Deputi Gubernur Bank Indonesia BI Perry Warjiyo langsung bergerak sigap dengan melakukan intervensi melalui beberapa langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah. Salah satunya adalah dengan cara memberikan pasokan valas di pasar dengan menggunakan cadangan devisa yang dimiliki.

Baca juga: Rupiah Terjungkal, BI Ungkap Pangkal Masalah dari Dolar AS hingga Calon Bos The Fed

Dengan langkah intervensi yang dilakukan langsung oleh Bank Indonesia, maka dirinya optimistis bisa menekan pelemahan Rupiah terhadap dolar AS. Sehingga nilai tukar Rupiah bisa sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia.

"BI mempunyai komitmen untuk terus melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar. Agar perkembangan nilai tukar itu tetap terjaga dan tidak jauh menyimpang dari nilai fundamentalnya," ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Baca juga: Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Terlempar ke Rp13.628/USD

"Sejauh ini memang pergerakan nilai tukar Rupiah lebih karena faktor eksternal dan dialami seluruh negara. Maka sasaran melakukan stabilisasi harga menang diutamakan. Memang Oktober kita Bangka melakukan intervensi pasar valas, tapi kita juga mulai lakukan pembelian SBN di pasar sekunder,"lanjutnya.

Menurut Perry, untuk melakukan intervensi di pasar valas tidak ada kendala yang serius. Karena dirinya menilai cadangan devisa yang dimiliki masih cukup aman.

"Cadangan devisa kita jauh lebih besar dan jauh mencukupi untuk melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah," jelasnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement