Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dengan Rp35.000, Bisa Nikmati Perjalanan Bus Premium Bogor-Jakarta

Koran SINDO , Jurnalis-Rabu, 01 November 2017 |11:48 WIB
Dengan Rp35.000, Bisa Nikmati Perjalanan Bus Premium Bogor-Jakarta
Ilustrasi (Foto: ant)
A
A
A

BOGOR – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) resmi meluncurkan bus premium Transjabodetabek, yang melayani rute Bogor-Jakarta kemarin. Untuk bisa menikmati layanan tersebut, setiap penumpang dikenakan tarif Rp35.000.

Kepala BPTJ Bambang Prihantono menjelaskan, bus premium Bogor-Jakarta yang baru dioperasikannya ini merupakan lanjutan dari kebijakan Kemenhub memindahkan penumpang dari mobil pribadi ke angkutan umum. “Sebelumnya bus serupa juga telah diresmikan untuk jalur Bekasi-Senayan dan hari ini kami sedang melakukan uji coba. Insya Allah, seminggu ke depan akan kita implementasikan,” katanya.

 Baca juga: Oktober, Bus Premium Bogor-Jakarta Diujicobakan

Alasan kebijakan baru ini juga diterapkan di Bogor, kata dia, karena memang jumlah kendaraan pribadi dari Bogor yang masuk ke Jakarta banyak. “Ruas di Jalan Tol Jagorawi semakin padat sehingga perlu ada kebijakan pemerintah memindahkan shifting dari mobil pribadi ke angkutan umum. Karena itu, kebijakan Kemenhub melalui BPTJ menyediakan bus khusus untuk di jalan tol yang awalnya sudah dimulai untuk ruas Bekasi- Senayan. Sekarang kita Bogor- Senayan,” ucapnya. Berdasarkan data hasil identifikasinya, tercatat ada 3.000 kendaraan pribadi yang melintas dari Bogor ke Jakarta per hari saat jam-jam sibuk.

Karena itu, pihaknya berharap dengan adanya bus premium ini, masyarakat Bogor bisa beralih menggunakan angkutan umum untuk mengatasi kepadatan di jalan raya maupun di jalan tol. Terkait tarif penumpang bus premium seharga Rp35.000, dia menilai, tarif tersebut tidak terlalu mahal sebab yang menjadi sasaran dari bus ini adalah kelas menengah ke atas. “Karena itu, tiketnya tidak terlalu murah setiap orang Rp35.000 karena memang sasarannya jelas adalah kelas menengah ke atas. Namanya juga premium,” katanya.

 Baca juga: Kurangi Kemacetan, Bus Transjabodetabek Bakal Diuji Coba

Menurut dia, pengoperasian bus ini dinilai efektif karena mampu memangkas waktu perjalanan. Pemerintah menyiapkan tiga bus DAMRI dalam uji coba yang akan berlangsung mulai dari 31 Oktober hingga 10 November 2017 mendatang. Namun, jumlah bus premium ini akan ditambah seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang. “Hasilnya bisa lebih cepat sekitar satu jam, biasanya waktu tempuh mencapai tiga jam menggunakan kendaraan pribadi, uji coba ini bisa mencapai dua jam dari Bogor menuju Jakarta,” katanya. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, warga Bogor membutuhkan transportasi massal yang andal dan berkualitas mengingat volume perjalanan warganya menuju Jakarta tinggi.

“Bus premium ini menyasar pengguna mobil pribadi untuk bisa segera beralih menggunakan bus premium supaya mengurangi kemacetan,” ujar Bima Arya. Bima menambahkan, bus ini memiliki fasilitas premium, seperti air conditioner (AC), WiFi, reclining seat, serta seat belt. Dengan adanya bus premium ini, kini warga Bogor mempunyai alternatif lain untuk menuju Jakarta. “Saya berharap warga Bogor akan menjadikan bus ini sebagai alternatif pilihan moda transportasi untuk bepergian ke Jakarta. Semoga bisa beralih dari mobil pribadi ke Transjabodetabek agar lebih efisien dan bisa mengurangi kemacetan mengingat bus ini melintas pada lajur khusus angkutan umum sehingga waktu tempuhnya semakin cepat,” ujarnya.

Baca juga: Bus TransJabodetabek Kurang Maksimal, Menhub: Bangun Layanan Trayek Point to Point

Berdasarkan pantauan, rendahnya animo masyarakat Bogor terhadap program penyediaan moda transportasi massal Kemenhub ini terlihat dari jumlah seat atau kursi yang terisi. Pada bus pertama yang berangkat pukul 05.00 WIB, dari 34 tempat duduk yang tersedia hanya dua seat diisi oleh dua penumpang. Setengah jam kemudian pukul 05.30 WIB, bus kedua dan bus ketiga pukul 06.00 WIB, kondisinya tak jauh beda dengan bus pertama, masing-masing hanya diisi tiga penumpang.

“Tarifnya kemahalan, mending naik kereta Commuter Line, Bogor-Jakarta hanya Rp6.000, kemudian dari Stasiun Kota Jakarta naik busway hanya Rp3.500 kalau ke Plaza Senayan, sudah pasti juga kapan sampainya. Sedangkan ini meskipun lewat tol dan selama uji coba dikawal, tetap tak ada jaminan waktu karena sekarang saja tol di Jakarta sudah sering macet,” ungkap Supriyanto, 45, warga Baranangsiang Indah, Bogor Timur, Kota Bogor, saat ditemui di kawasan Stasiun Bogor, kemarin. Lain halnya dengan Viniyanti, 35, warga Tanah Sareal, Kota Bogor, yang ditemui di pool bus Damri Mall Botani Square.

Dia mengaku sengaja ingin menjajal bus premium ini karena memang tempat yang ditujunya sesuai layanan trayek. “Bagi saya tak terlalu murah tarif Rp35.000, yang terpenting bisa langsung sampai di Senayan. Cukuplah dengan fasilitasnya. Saya juga nggak perlu repot- repot bawa mobil sendiri, selain harus terjebak macet, juga parkirnya di sana cukup ribet,” katanya. Dari pantauan, memasuki Gerbang Tol (GT) Jagorawi, lalu lintas masih terpantau lancar. Adapun titik kemacetan pertama terjadi ketika bus memasuki wilayah Gunung Putri. Menurut salah satu kernet Damri, Hendri, kemacetan tersebut bisa mencapai 10 kilometer.

Namun, dengan adanya bantuan pengawalan dari voorijder, bus bisa terus menerobos kemacetan tersebut. Bus akhirnya bisa menembus kemacetan di sana. Namun, tak lama berselang bus dihadang kemacetan lagi ketika memasuki tol dalam kota. Mulai dari GT Cililitan hingga keluar GT Semanggi, lalu lintas pun terpantau macet dan kadang padat merayap. Bus pun kembali bisa menerobos kemacetan dengan bantuan voorijder. Setelah itu, bus yang kami tumpangi menyusuri Jalan Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, U-Turn, Jalan Pintu Gelora 1, Jalan Asia Afrika, dan berhenti di jalan akses sentral Senayan sebagai titik akhir tepat pukul 08.00 WIB.

Sebelumnya bus Transjabodetabek premium yang melayani rute Bekasi Barat-Senayan juga resmi beroperasi pada September 2017 lalu. Pada hari pertama, penumpang bus dikenakan tarif sebesar Rp15.000. Pada hari berikutnya, tarifnya naik Rp5.000 sehingga setiap penumpang dikenakan biaya Rp20.000. Ada tujuh halte yang dilayani bus premium tersebut. Ketujuh halte tersebut adalah Halte Komdak, Halte Polda Metro Jaya, Halte GBK, Halte Bundaran Senayan, Halte FX, Halte Plaza Senayan, dan Halte Semanggi. Sementara pada jam sibuk, bus beroperasi mulai dari pukul 05.45-06.30 WIB dari Bekasi.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement