Research Director at Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal memperkirakanpada akhir2017 ada beberapa hal yang menghambat peningkatan kredit lantaran kondisi perlambatan konsumsi saat ini diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun.
Berdasarkan survei ekspektasi konsumen dan penjualan ritel BI diperkirakan awal tahun membaik. “Artinya kondisi dunia usaha belum mendukung bagi pelaku usaha untuk mengajukan aplikasi kredit baru.
Risiko gagal kredit (NPL) masih relatif tinggi,” kata Faisal saat dihubungi. Dia menambahkan, adanya rencana penurunan suku bunga KUR pada tahun depan juga diperkirakan sedikit meredam perlambatan kredit.
“Tapi penyaluran KUR juga masih banyak yang belum tepat sasaran karena masih mensyaratkan kolateral yang susah dipenuhi oleh usaha kecil. Dengan begitu, akhirnya KUR disalurkan ke usaha rekanan bank yang sudah dikenal, bukan yang benar- benar membutuhkan,” ungkapnya.
(Fakhri Rezy)