JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan konsumsi rumah tangga di kuartal III-2017 sedikit melambat menjadi 4,93% dibandingkan kuartal II-2017 sebesar 4,95% (q to q).
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan konsumsi rumah tangga sedikit melambat dikarenakan adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat dari non leisure menjadi leisure. Artinya masyarakat lebih menyukai untuk makan di restoran, menginap di hotel serta rekreasi.
Baca juga: Walau Melambat, Konsumsi Rumah Tangga Tetap Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
Selain itu, Kecuk juga menyebutkan kontribusi dari pergeseran pola konsumsi untuk kuartal III sudah cukup tinggi yakni sekitar 15%.
"Untuk share di kuartal III-2017, kalau dilihat pergerakannya untuk lihat signifikan banget atau tidak memang belum tinggi amat tapi share-nya 14%-15%. Tapi kenaikannya dari waktu ke waktu naik terus," ungkapnya di Kantornya, Jakarta, Senin (6/11/2017).
Baca juga: Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 4,95%, BPS: Daya Beli Masih Kuat!
Kecuk juga menyebutkan pergesaran pola konsumsi memang sudah terlihat sejak kuartal III-2016 ke bawah. Di mana sejak kuartal IV tahun lalu konsumsi rumah tangga mulai melambat.
Sementara itu, untuk detail kontribusi pergeseran pola konsumsi ini secara per sektor BPS belum bisa menyebutkan karena tidak ada data secara rinci.
Baca juga: BREAKING NEWS: Ekonomi RI Tumbuh 5,03% hingga Akhir Kuartal III-2017
"Konsumsi non leissure mulai melambat ke bawah sejak kuartal III-2016. Leisure yang saya definisikan sebagai kegiatan berkaitan dengan restoran, hotel, rekreasi dan kebudayaan bisa dilihat di industri-industrinya," tukasnya.
(Fakhri Rezy)