Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kembangkan Sistem Navigasi Penerbangan Digital, Indonesia Gandeng Swedia

Antara , Jurnalis-Kamis, 09 November 2017 |10:30 WIB
Kembangkan Sistem Navigasi Penerbangan Digital, Indonesia Gandeng Swedia
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

Jika sistem operasional navigasi penerbangan dilakukan dengan sistem teknologi digital modern, lanjut dia akan mampu menurunkan biaya navigasi penerbangan sehingga operasional bandara lebih efisien.

"Swedia telah mengembangkan teknologi remote tower ATS dan sudah diujicobakan di beberapa bandara. Jadi Swedia mempunyai pengalaman dalam implementasi remote tower ini. Kita bisa belajar dan saling berbagi pengalaman dengan Swedia," katanya.

Yudhisari berharap dari workshop hari ini, Ditnavpen bersama dengan operator atau AirNav Indonesia dapat menyusun suatu konsep kedepan dan mengetahui seberapa mungkin mengaplikasikan atau menganalisis untung dan ruginya model remote tower ATC bila diterapkan di Indonesia.

Saat ini Organisasi Penerbangan Internasional (ICAO) terus membut lokakarya terkait praktik rekomendasi dan standar di bidang remote aircraft (drone) dan juga remote ATS, termasuk di dalamnya terkait remote tower ATC.

Selain Swedia, beberapa negara yang telah melakukan uji coba teknologi remote tower ini dengan sukses adalah Australia, Amerika Serikat, Belanda, Norwegia dan Irlandia.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement