"Kita ingin agar tampil sebagai negara yang bisa mengkombinasikan antara pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dan bertumpu pada UMKM, ini yang coba ditampilkan dalam pesan presiden karena itu sejalan dengan inklusivitas pembiayaan yang menunjang pertumbuhan kita," tambah Fachir.
Inklusivitas ekonomi itulah yang menurut Fachir juga sesuai dengan tema APEC 2017 yang dibuat oleh Vietnam yaitu "Creating New Dynamism and Fostering a Shared Future".
"Tema sekarang ini kan Vietnam ingin menciptakan `shared future` (masa depan bersama), Presiden menegaskan perlunya inklusivitas karena bisa jadi teknlogi informasi pun bisa menciptakan `gap` dan kita dinilai berhasil menyeimbangkan dan mengkombinasikan antara pertumbuhan dan `equity`, antara lain misalnya melalui `social safety net` (BPJS), pembagian KIP (Kartu Indonesia Pintar), KIS (Kartu Indonesia Sehat) itu dinilai mengkombinaksikan pertumbuhan dan distribusi kemakmuran serta mengurangi `gap` itu," jelas Fachir.
Ada 21 pemimpin anggota APEC yang hadir antara lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri Justin Trudeau, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto.
Tema APEC 2017 adalah "Menciptakan Dinamika Baru, Membina Masa Depan Bersama" akan fokus membahas beberapa masalah, antara lain perekonomian berkesinambungan, integrasi regional, penguatan daya saing usaha mikro kecil dan menengah, perubahan iklim dana pertanian.