Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RAHASIA SUKSES: Nigel Austin, Lahirkan Cotton On dari Jualan di Bagasi Mobil

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Sabtu, 11 November 2017 |18:05 WIB
RAHASIA SUKSES: Nigel Austin, Lahirkan Cotton On dari Jualan di Bagasi Mobil
Nigel Austin. (Foto: Forbes)
A
A
A

Tidak berhenti sampai di situ, Austin yang pernah bekerja di kantor ayahnya di Hong Kong saat masih di sekolah, melakukan beberapa perjalanan ke China dan pameran dagang di AS untuk melacak pemasok yang sesuai.

COG memutuskan untuk memotong agen dan pedagang grosir lama mereka, termasuk ayah Nigel, dan langsung mengambil produsen yang berasal dari China sampai mereka memutuskan untuk membuka toko luar negerinya yang pertama, dimulai dengan Selandia Baru pada tahun 2006 dan Singapura pada tahun 2007.

Langkah ini membawa dia kepada sumber pemasok baru. Hasilnya, pada tahun 2000, COG mampu bertumbuh dari hanya memiliki 60 toko, kemudian meningkat menjadi sekira 140, merupakan titik balik dia.

Menurutnya, saat itu menjadi badai pertumbuhan penjualan yang sempurna melalui sistem pengisian dan pertumbuhan marjin yang lebih baik. Di situlah pertumbuhan benar-benar menendang. Sistem rantai pasok dan pengisian ulang Cotton On pun menyaingi Zara, H&M dan Top Shop, yang memungkinkan kelompok tersebut untuk terus berkembang.

Produk mereka diproduksi oleh 170 pemasok di 330 pabrik, terutama di China dan Bangladesh, dan dikirim melalui angkutan laut ke tujuh pusat distribusi di Melbourne, Brisbane, Afrika Selatan, China, Singapura, California dan Selandia Baru.

Namun, department store dan toko pakaian spesialis di Australia kehilangan penjualan dan pangsa pasarnya karena serbuan ritel asing. Dia pun harus bergelut dengan reaksi konsumen yang semakin meningkat terhadap mode 'sekali pakai' yang murah, konsumsi berlebihan dan pekerja anak.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement