Image

Pengusaha: Pajak E-Commerce Itu Bagus, Tapi Harus Berlaku untuk Semua

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 17:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 14 20 1813910 pengusaha-pajak-e-commerce-itu-bagus-tapi-harus-berlaku-untuk-semua-8Q3bzdYpUd.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah saat ini tengah membahas peraturan pajak yang akan dikenakan bagi e-commerce. Peraturan ini pun akan segera dikeluarkan pada akhir 2017.

Menanggapi pengenaan pajak bagi e-commerce, Anggota Dewan Penasihat Asosiasi E-commerce Indonesia (iDEA) Daniel Tumiwa menyatakan pajak harus dikenakan pada semua pelaku e-commerce di Indonesia baik lokal maupun asing.

 Baca juga: Pajak E-Commerce Ditargetkan Berlaku Akhir 2017

"Itu (pajak e-commerce) baik dan bagus, yang harus dijaga adalah yang penting berlaku untuk semua yang melakukan kegiatan yang sama di Indonesia. Pajak harus diberlakukan kepada pemain lokal dan asing," ujar Daniel di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Menurut Daniel, bila pajak hanya dikenakan pada pemain lokal maka akan membunuh industri e-commerce lokal.

 Baca juga: Apa Kabar Aturan Pajak E-Commerce? Ini Jawaban Sri Mulyani

"Kalau hanya lokal itu hanya membunuh industri. Karena dengan berlakukan pajak, orang akan takut, penjual-penjual independen di rumah akan takut karena terekspose dan ngumpet, mereka jualan di mana akhirnya? Mereka jadi jualan di sosial-sosial media di whatsApp, instagram, facebook, kegiatan e-commercenya terjadi di situ," paparnya.

Lanjutnya, oleh sebab itu pelaku e-commerce asing tak boleh bersembunyi dibalik platform. Pasalnya pasti mereka melakukan kegiatan ekonomi dibalik platformnya.

 Baca juga: Pergantian Offline ke Online Itu Benar Terjadi, Ini Buktinya!

"Jadi pemain-pemain asing ini tidak boleh ngumpet dibalik platform dan bilang, ‘saya tidak tahu menahu yang orang-orang lakukan di platform saya’. Itu tidak bisa, kegiatan yang terjadi adalah kegiatan ekonomi. Mereka menjual, mereka dapat uang dari pasang iklan disitu," terangnya.

Daniel menyatakan pelaku e-commerce lokal harus menjadi 'raja' di negara sendiri sehingga tak mematikan industri e-commerce.

"Kita yang punya market kita yang jadi raja di negara sendiri, kita boleh bilang (ke asing) begini aturan di Indonesia, mau masuk Indonesia silakan,"pungkasnya.

Mengenai pengawasan terhadap pihak asing, Daniel menyatakan hanya perlu melakukan diplomasi kepada pelaku e-commerce asing layaknya yang pernah dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani terhadap Google dan Facebook.

"ISP (Internet Service Provider) kita punya datanya, ada traffic-nya masuk kemana, bisa dilihat. Panggil aja kita ajak duduk bersama, kita bisa diplomasi. Caranya seperti Bu Sri Mulyani bernegeoisasi untuk Google dan Facebok untuk pajak, negara lain kan ga yg berhasil," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini