Image

Minta Bantuan Kemendagri, BPS Siap Pakai Metode Baru untuk Sensus Penduduk 2020

Trio Hamdani, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 11:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 14 320 1813697 minta-bantuan-kemendagri-bps-siap-pakai-metode-baru-untuk-sensus-penduduk-2020-vd7RSEdWZk.jpg Ilustrasi BPS (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) tengah mempersiapkan sensus penduduk yang akan dilangsungkan pada 2020. Salah satu caranya adalah dengan menggelar Seminar Internasional di Gedung BPS yang menghadiri sejumlah pemangku kepentingan di bidang tersebut.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengakui bahwa masih ada kendala yang dihadapi berkaitan dengan data dalam menentukan arah kebijakan. Pasalnya, saat ini ada dua sumber data yang dijadikan acuan, baik dari BPS maupun dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Kita semua tahu bahwa masih ada masalah yang kita hadapi dengan data kependudukan yang saat ini ada di Indonesia. Data kependudukan masih berasal dari dua sumber dari data BPS dan Kemendagri dari e-KTP," kata Kecuk di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Baca Juga: Sebaran Jumlah Penduduk Miskin per Pulau di 2016

Menurut dia, terdapat perbedaan konsep dan definisi kependudukan yang digunakan BPS dan Kemendagri sehingga masih ada perbedaan data yang diperoleh keduanya. "Ini menimbulkan kebingungan di masyarakat dan pengguna data, sehingga perbedaan ini harus diakhiri sehingga semua bisa data tunggal untuk buat kebijakan," paparnya.

"Dalam pelaksanaan sensus penduduk 2020 nanti, BPS akan sesuaikan cakupan sebagaimana rekomendasi untuk tidak lagi hanya menggunakan metode tradisional tapi juga memanfaatkan data administrasi penduduk. Ini dinamakan combine metode," sambung Kecuk.

Dengan memanfaatkan combine metode, diharapkan data kependudukan dari sensus 2020 ke depan dapat jadi data tunggal dan dapat menjadi acuan seluruh pihak. Untuk itu, BPS akan bekerja sama dengan Kemendagri dalam manfaatkan data registrasi penduduk dalam pelaksanaan sensus penduduk 2020.

"Kita berharap kerjasama ini berjalan baik dan putus rantai masalah yang muncul saat ini. Semoga dengan adanya komunikasi yang intens dari BPS dengan Kemendagri perencanaan dan pembangunan khususnya pengambilan kebijakan kependudukan berjalan lebih baik," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini