Image

Sensus Penduduk 2020, BPS Tinggalkan Survei Menggunakan Kertas dan Beralih ke Digital

Trio Hamdani, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 12:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 14 320 1813707 sensus-penduduk-2020-bps-tinggalkan-survei-menggunakan-kertas-dan-beralih-ke-digital-0DC9E0iTQM.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengkaji pemanfaatan perangkat digital untuk melaksanakan survei sensus penduduk 2020 dalam rangka menciptakan efisiensi biaya pada program 10 tahunan itu.

Namun, sejauh ini BPS belum mengetahui gambaran mengenai biaya yang sekiranya dibutuhkan untuk melaksanakan sensus penduduk 2020.

"Kita belum ngitung sampai anggaran, ini baru kita nanti anggaran ajukan buat tahun depan. Karena banyak persiapan," kata Kepala BPS Kecuk Suharyanto di kantornya, Selasa (14/11/2017).

Baca Juga: Minta Bantuan Kemendagri, BPS Siap Pakai Metode Baru untuk Sensus Penduduk 2020

Kata dia, BPS sudah mulai mencoba mengaplikasikan perangkat digital dalam melakukan pendataan di luar sensus penduduk. Untuk kebutuhan sensus, BPS akan mengkaji lebih lanjut agar diketahui apakah survei tanpa kertas lebih efisien atau justru sebaliknya.

"Kalau paperless (tanpa kertas) perlu kita pikirkan biaya lebih efisien mana, beli tablet atau menggunakan paper. Kalau beli tablet kan susah, kenapa enggak pakai Android. Mungkin enggak ya pake Android? Iya kan?," ujar Kecuk.

Sebagai gambaran, dia menyebutkan bahwa pada sensus ekonomi yang sudah dilakukan 2016 sekiranya membutuhkan anggaran hampir Rp3 triliun.

Baca Juga: BPS Akhirnya Perbaharui Sistem Data Kependudukan

"Tentunya uang sebesar itu harus betul kita manfaatkan, kita buat efisien sehingga betul-betul bermanfaat, karena kalau kita membuat perencanaan misalnya Bappenas semuanya kuncinya berkaitan dengan jumlah penduduk," terangnya.

"Jadi penduduk ini merupakan data yang sangat penting karena itu perlu pemikiran dari seluruh pihak bagaimana data ini ke depan menjadi semakin berkualitas," sambungnya.

Pemanfaatan perangkat digital, tambah dia juga dimungkinkan untuk mengkover pendataan penduduk yang berada di permukiman-permukiman ekslusif.

"Kita juga masih memikirkan akan ada populasi tertentu yang kita ngirimnya lewat email, webdisk, ini baru kita kumpulkan saja dari berbagai saran dari berbagai pihak yang bagus nanti akan kita tindak lanjuti tapi intinya rapat seperti ini nanti akan kita lakukan," tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini