Image

Tak Sanggup Bayar Utang, S&P Ultimatum Default Venezuela

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 11:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 15 320 1814347 tak-sanggup-bayar-utang-s-p-ultimatum-default-venezuela-TkGAiNUyeo.jpg Ilustrasi Venezuela. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Embargo Amerika Serikat (AS) kepada Venezuela nampaknya menjadi bencana bagi negera eksportir minyak tersebut. Pasalnya, krisis di Venezuela telah menjadi krisis kemanusiaan, karena utangnya yang menggunung.

Bahkan, lembaga pemeringkat S&P Global Ratings menyatakan negara Amerika Selatan ini gagal membayar utangnya, yang berakibat pada default. S&P mengatakan, tenggang waktu 30 hari untuk pembayaran utang sudah berakhir pada Oktober. Risiko gagal bayar pun memicu serangkaian peristiwa berbahaya yang dapat memperburuk kekurangan pangan dan medis Venezuela.

Masalahnya, para pemegang obligasi dapat meminta pembayaran penuh kapan saja, karena obligasi tersebut sudah jatuh tempo. Karena Venezuela tidak memiliki uang untuk membayar semua pemegang obligasi saat ini, investor berhak mengambil aset negara, seperti kilang minyak, di luar perbatasannya.

Venezuela tidak memiliki penghasilan lain yang berarti selain minyak yang dijualnya ke luar negeri. Pemerintah Venezuela pun telah gagal bertahun-tahun untuk mengirim cukup makanan dan obat-obatan untuk warganya. Akibatnya, orang-orang Venezuela menunggu berjam-jam untuk membeli makanan, seiring dengan itu angka kematian di rumah sakit pun semakin mengingkat

Sebelum Venezuela, Argentina juga mengalami kegagalan serupa, dan pemegang obligasinya berjuang melawan pemerintah selama 15 tahun sampai pada 2016. Meskipun bukan kali pertama terjadi gagal bayar, namun setiap kasus berbeda.

Venezuela dan perusahaan minyak milik negara, PDVSA, berutang lebih dari USD60 miliar untuk obligasi. Secara total, negara ini berutang jauh lebih banyak, mencapai USD196 miliar, menurut sebuah makalah yang diterbitkan oleh Harvard Law Roundtable dan ditulis oleh pengacara Mark Walker dan Richard Cooper.

Di luar pembayaran obligasi, Venezuela berutang uang ke China, Rusia, penyedia layanan minyak, maskapai AS dan banyak entitas lainnya. Bank sentral negara tersebut hanya memiliki cadangan USD9,6 miliar karena telah dengan perlahan menguras rekening banknya selama bertahun-tahun untuk melakukan pembayaran.

Pengumuman default S&P datang setelah pejabat pemerintah Venezuela bertemu dengan pemegang obligasi di Caracas. Pertemuan tersebut kabarnya singkat dan tidak memberikan kejelasan bagaimana pemerintah berencana merestrukturisasi utangnya.

Pemerintah Venezuela pun menyalahkan "perang ekonomi" yang telah berlangsung lama yang dilancarkan oleh AS Baru-baru ini, pemerintah Trump telah membuat sanksi finansial terhadap Venezuela dan PDVSA, melarang bank-bank di AS melakukan perdagangan atau investasi di negara tersebut.

Namun para ahli mengatakan, rezim sosialis Venezuela yang telah berkuasa sejak 1999 menanggung beban kesalahan tersebut. Selama bertahun-tahun, para pemimpin Venezuela juga memperbaiki nilai tukar mata uang mereka, bolivar. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan bahwa inflasi di Venezuela akan mencapai 650% tahun ini dan 2.300% di 2018.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini