Image

Impor Jeruk Mandarin ke Indonesia Naik 147,5% Jadi Rp131,92 Miliar

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 16:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 15 320 1814561 impor-jeruk-mandarin-ke-indonesia-naik-147-5-jadi-rp131-92-miliar-WMTwPnlBr4.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang Oktober 2017 mencapai USD14,19 miliar atau naik 11,04%. Adapun angka ini terdiri dari impor migas sebesar USD2,20 miliar dan impor nonmigas mencapai USD11,99 miliar.

Adapun negara pemasok impor nonmigas tertinggi berasal dari negara China dengan nilai USD27,98 miliar atau sebesar 26,12%. Untuk impor nonmigas barang konsumsi BPS mencatat ada kenaikan dari dua bahan pokok yakni jeruk mandarin dan Mentega.

"Barang konsumsi yang naik tinggi di Oktober ini adalah jeruk mandarin segar dan creamy butter (mentega)," ungkap Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Dari data BPS, impor jeruk mandarin ke RI naik hingga 147,5% di Oktober 2017 dibandingkan September 2017 (month to month/mtm). Kenaikan ini mencapai nilai impor jeruk mandarin mencapai USD9,9 juta atau Rp131,92 miliar (kurs Rp13.324,99 per USD) dibandingkan September 2017 yang hanya sebesar USD4 juta.

Sedangkan untuk Oktober tahun lalu (year on year/yoy) impor jeruk mandarin dari China hanya sebesar USD7,8 miliar dan secara kumulatif Januari-Oktober mencapai USD85,6 juta.

"Impor jeruk mandarin naik tinggi karena China lagi panen besar. Jadi hasil panen mereka dikirim kesini cukup banyak," jelasnya.

Sementara itu, impor creamy buuter (mentega) berasal dari Selandia Baru naik hingga 200% menjadi USD17,4 juta dibandingkan September 2017. Sedangkan secara kumulatif Januari-Oktober 2017 nilai impor mentega senilai USD67,5 juta atau naik 57,71%.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini