PT Timah, PTBA dan Antam Dilebur, Apa Perlu Tender Offer?

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 17 November 2017 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 17 320 1815920 pt-timah-ptba-dan-antam-dilebur-apa-perlu-tender-offer-PMHtRpQLV6.jpg Foto: Ulfa/Okezone

JAKARTA - Guna memuluskan pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang, pemerintah akan segera mengalihkan kepemilikan saham seri B pada tiga perusahaan tambang BUMN kepada PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum (Persero).

Tiga perusahaan tambang yang dimaksud adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS).

Perihal rencana peleburan tiga perusahaan tambang itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen, menjelaskan bahwa tidak diperlukan adanya tender sukarela atau tender offer yang ditujukan untuk pemegang saham lain. Pasalnya, meskipun mengalihkan porsi sahamnya kepada Inalum, namun pemerintah masih memiliki saham seri A atau saham Dwi Warna yang artinya pemerintah masih mengisi posisi pengendali di ANTM, PTBA, dan TINS. 

Baca Juga: Kok"" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/15/320/1814635/penggabungan-pt-timah-ptba-dan-antam-itu-rencana-lama-kok">Penggabungan PT Timah, PTBA dan Antam, "Itu Rencana Lama Kok"

"Semua restructuring kemarin, kata kuncinya adalah apakah ada pelimpahan pengendalian atau tidak? Kalau ada perubahan pengendalian harus melalui tender offer," jelas Hoesen di kantor OJK, Jakarta, Jumat (17/11/2017). 

"Kalau tidak ada perubahan pengendalian ya tidak perlu," imbuh dia. 

Hoesen melanjutkan, selain perubahan pengendali, alasan lain dilakukannya tender offer adalah perubahan lini bisnis. Dengan adanya perubahan bisnis, perusahaan harus memberikan waktu kepada investor untuk berpikir ulang dalam menanamkan investasinya. Selain dua alasan itu, tender offer tidak diperlukan.

"Ada beberapa emiten cucu digabung jadi anak, yang ini diturunkan kan tidak mengubah pengendalian. Tetap jadi miliknya pemerintah Republik Indonesia, " kata Hoesen.

"Apa esensinya tender offer itu, bisnis perusahaan tidak berubah, pengendalian tidak berubah. itu kan restructuring group saja," jelas dia.

Baca Juga: PT Timah, Antam dan PTBA Digabung Bisa Menguatkan BUMN Tambang

Sekadar informasi, perlu diketahui, saat ini kepemilikan saham di PT Aneka Tambang/Antam (Persero) Tbk di komposisi oleh pemerintah sebesar 65% atau sebanyak 15,6 miliar lembar saham. Lalu sebanyak 35% dimiliki oleh publik atau sebanyak 8,4 miliar lembar saham, lalu sebanyak 134.785 dimiliki oleh Hari Widjajanto, 30.000 oleh Tatang Hendra, dan Dimas Wikan sebanyak 7.500. 

Sementara kepemilikan saham PT Timah (Persero) Tbk. dikomposisi oleh pemerintah sebanyak 65% atau setara dengan 4,8 miliar lembar saham. Sementara publik memiliki sisanya 35% atau setara dengan 2,6 miliar saham.

Sedangkan saham PT Bukit Asam Tbk (Persero) Tbk, di miliki oleh pemerintah sebanyak 65,02% atau setara dengan 1,4 miliar saham. Sementara sisanya dipegang oleh publik sebanyak 34,98% atau setara dengan 806 juta saham dan Muhammad Said sebanyak 27.000 saham. 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini