nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usul Pengusaha Logistik: Kalau Macet, Tarif Harus Dinaikkan

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 21 November 2017 06:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 20 320 1817135 usul-pengusaha-logistik-kalau-macet-tarif-harus-dinaikkan-vmTe6cLCpX.jpg Ilustrasi: Antara

JAKARTA - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyatakan tidak masalah dengan rencana kenaikan tarif tol di ruas tol Tangerang-Merak, Gempol-Pandaan, Makassar Seksi 4, dan Cikopo-Palimanan, dengan besaran kenaikan masing-masing tol 7%, pada Selasa, 21 November 2017.

Akan tetapi, perusahaan logistik yang tergabung dalam ALFI menanyakan, apa alasan tarif dinaikan sedangkan kemacetan di jalan bebas hambatan ini terus menerus terjadi.

"Sebetulnya kami usul pada saat kemacetan tarif dinaikan, setelah tidak kembali normal lagi,"tandas Ketua Umum ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi kepada Okezone.

Baca juga: Waduh, Pembatasan Truk Ganggu Proses Ekspedisi Barang

Dia menyoroti, pasti ada alasan dibalik kenaikan tarif. Disamping memang sudah resmi ditetapkan dan ditandatangani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

"Kita harap setiap tol bukan kenaikan adanya keperluan pembangunan infrastruktur di tempat lain, sehingga dinaikkan,"ujarnya.

Baca juga: Performa Logistik Indonesia Turun, Peringkatnya di Bawah Singapura dan Malaysia

Dia berharap, kenaikan tarif tol harus disertai dengan analisa kemacetan yang nyatanya masih terus terjadi. Jala tol yang fungsinya bebas hambatan, ternyata sudah berubah dengan kemacetan yang berjam-jam.

"Jadi kami usulkan adalah kenaikan saat kemacetan ini terjadi kemacetan, setelah tidak itu kembali normal dan ada contohnya di negara Eropa juga,"tandasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini