nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh, Pembatasan Truk Ganggu Proses Ekspedisi Barang

ant, Jurnalis · Senin 06 November 2017 21:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 06 320 1809513 waduh-pembatasan-truk-ganggu-proses-ekspedisi-barang-KAm4lfwR6q.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

BEKASI - Asosiasi Pengusaha Indonesia Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengungkapkan kebijakan pembatasan truk bertonase berat di lintasan Tol Jakarta-Cikampek berimbas pada pelambatan proses ekspedisi barang.

"Proses distribusi barang dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju Kawasan Industri di Kabupaten Bekasi menjadi terlambat," kata Ketua Apindo Kabupaten Bekasi Sutomo di Cikarang, Senin.

 Baca juga: Kirim Barang ke Balikpapan Lebih Mahal 3x Lipat dari Busan, Kok Bisa?

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan telah membatasi laju truk di ruas tol Jakarta-Cikampek dari pukul 06.00 WIB-09.00 WIB mulai Senin (6/11).

"Ada keterlambatan dua jam, karena barang yang harusnya diantar pukul 07.00 WIB, jadi ditunda sampai pukul 09.00," ujarnya.

 Baca juga: Performa Logistik Indonesia Turun, Peringkatnya di Bawah Singapura dan Malaysia

Sutomo mengatakan, aturan tersebut berdampak pada bisnis perusahaan, sebab keterlambatan kedatangan kendaraan itu justru membuat jam kerja pegawai berkurang.

Dalam sehari, kata dia, waktu kerja dari delapan jam, kini menjadi enam jam kerja akibat situasi itu.

 Baca juga: Di Depan BPTJ, Pengusaha Keluhkan Jam Operasional Truk

"Truk menunggu dulu karena dua jamnya harus menunggu dibukanya tol untuk kendaraan berat," katanya.

Menurut dia, perusahaan yang ada di tujuh kawasan industri Kabupaten Bekasi mayoritasnya memiliki gudang di luar daerah.

Dikatakan Sutomo, perusahaan harus membawa bahan baku dari gudang ke tempat pengolahan melalui jasa ekspedisi.

Proses pendistribusian, kata dia, memerlukan kendaraan, sehingga bila dilarang beroperasi, sudah tentu mereka rugi karena tidak bisa memproduksi sesuai jam kerja.

"Perusahaan yang paling terdampak pembatasan kendaraan adalah perusahaan otomotif. Selain hasil produksi yang harus dikirim, ternyata pengiriman bahan baku ke perusahaan menjadi terlambat," katanya.

Dia meminta, agar pemerintah bisa mencari solusi pembatasan kendaraan ini dengan tidak mengorbankan perusahaan atau menabrak aturan yang sudah ada.

Dengan demikian, semua investor bisa merasakan kenyamanan untuk berinvestasi.

"Harus ada solusinya atas uji coba ini," katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini