JAKARTA– Bank Indonesia (BI) melihat penyaluran kredit hingga akhir 2017 diprediksi tumbuh lebih rendah dari perkiraan semula. Kredit pada tahun ini, diperkirakan menjadi sekitar 8%.
Dengan mempertimbangkan masih rendahnya pertumbuhan kredit tersebut, BI menetapkan Countercyclical Capital Buffer (CCB) tidak berubah, yaitu 0%. “Kebijakan ini dimaksudkan untuk mendorong upaya bank dalam meningkatkan fungsi intermediasi,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara di Jakarta.
Hingga September 2017, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 7,9% (yoy) atau turun dari bulan sebelumnya 8,3% (yoy). Adapun rasio kredit bermasalah( nonperformingloan/ NPL) berada pada level 2,9% (gross) atau 1,3% (net ).
Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada September 2017 tercatat sebesar 11,7% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya 9,6% (yoy). Menurut Mirza, BI menargetkan, DPK dapat tumbuh pada level 10% hingga akhir 2017.
Sementara itu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan yang cukup tinggi pada level 23% dan rasio likuiditas (AL/DPK) pada level 22,6% pada September 2017. “BI memandang, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di tengah intermediasi perbankan yang belum kuat,” ungkap Mirza.