nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Tanah Melambung Jadi 'Hantu', Pengembang Kesulitan Bangun Rumah Murah

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 21 November 2017 18:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 21 470 1818030 harga-tanah-melambung-jadi-hantu-pengembang-kesulitan-bangun-rumah-murah-uKzaknLEEW.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Real Estate Indonesia (REI) mengungkapkan harga tanah di Indonesia terus melambung. Bahkan kenaikannya berkisar antara 22% hingga 33%.

Wakil Ketua Umum Bidang Tata REI Hari Gani mengatakan melambungnya harga tanah yang sangat fantastis ternyata dikeluhkan banyak pengembang. Menurutnya, melambungnya harga tanah membuat pengembang sulit untuk menyediakan rumah khususnya untuk kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Memang kenaikan harga tanah itu hantu yang sangat mengganggu kami dari sektor properti. Terutama untuk sektor properti subsidi," ujarnya saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Baca Juga: Harga Tanah di Jakarta Naik hingga 33%, REI: Karena Ketidakjelasan Tata Ruang dan Izin

Apalagi lanjut Gani, harga rumah khusus MBR ini sudah dipatok oleh pemerintah berdasarkan angka inflasi. Sedangkan harga tanah tidak dipatok sesuai angka inflasi, sehingga berpotensi untuk mengalami kenaikan yang fantastis ketika infrastruktur dibangun pada daerah tersebut.

"Harga rumahnya kan dipatok sama pemerintah, sementara kenaikan harga tanah itu jauh dari pergerakan inflasi. Lama-lama REI makin berat bangun rumah murah," jelasnya.

Para pengembang pun seringkali mencoba mengakali dengan membangun rumah di pinggiran kota. Hal tersebut agar bisa mendapatkan harga tanah yang lebih murah.

"Bisa saja harga tanah murah, tapi makin jauh dari pusat kota. Tapi kalau jauh dari pusat akan jauh dari infrastruktur, kita bisa bangun rumahnya tapi air PDAM enggak sampai dan transportasinya, sekolahnya, itu jauh," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini