nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perluas Lini Bisnis, PP Presisi Alokasikan Capex Rp1,4 Triliun Tahun Depan

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017 13:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 24 278 1819799 perluas-lini-bisnis-pp-presisi-alokasikan-capex-rp1-4-triliun-tahun-depan-OeItj9Hu99.jpg Foto: Ulfa/Okezone

JAKARTA - Entitas anak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT PP (Persero) Tbk, yaitu PT PP Presisi (Persero) Tbk mengumumkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Setelah resmi menjadi perusahaan publik, PP Presisi (Persero) Tbk akan makin agresif mengembangkan lini bisnis ke depan.

Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso mengatakan untuk tahun depan perseroan dengan kode emiten PPRE ini akan mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,4 triliun. Namun, angka capex ini turun dibandingkan dengan anggaran capex tahun ini sebesar Rp1,8 triliun. Pasalnya, porsi akuisisi tahun depan lebih kecil dibandingkan dengan akuisisi tahun ini.

"Tahun depan Rp1,4 triliun karena tahun depan kita untuk porsi akuisisi enggak akan sebesar tahun ini tapi akan fokuskan kepada organic growth. Jadi menambah armada dan juga kapasitas workshop," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia Jumat (23/11/2017).

Baca Juga: Resmi Tercatat, Saham IPO PP Presisi Naik 0,47% ke Rp432

Benny melanjutkan, perseroan akan mengembangkan bisnis, tidak hanya terbatas pada sektor konstruksi saja tetapi kepada bisnis lain masih berkaitan dengan peralatan berat seperti industri mechanical electrical, balance of plant, maupun power plant serta industri pertambangan terutama kontraktor pertambangan.

Bisnis baru tersebut, kata Benny, mulai dijalankan oleh perseroan tahun ini, dimulai dengan bisnis kontraktor pertambangan. PP Presisi telah mendapatkan kontrak untuk bisnis pengangkutan batubara atau coal hauling.

"Jadi tahap awal kita masuk sebagai coal hauling atau pengangkutan batu bara insyaallah tahun depan kita sudah bisa masuk sebagai mining kontraktor," kata dia.

PP Presisi, lanjut Benny, juga sedang menggagas bisnis erector atau erector power plant serta mechanical electrical. Untuk bisnis erector, tahapnya sudah memasuki penjajakan dengan strategic partner.

" Kebetulan partner kami adalah PMA dari perusahaan Jepang. InsyaAllah bisa selesai di triwulan satu tahun 2018," kata dia.

Baca Juga: Lepas 4,23 Miliar Saham, PT PP Presisi IPO Hari Ini

Benny melanjutkan, pendanaan capex akan menggunakan dana hasil IPO sebesar Rp700 miliar atau 70% dari porsi dana hasil IPO. Sisanya, akan mengambil pendanaan dari perbankan dengan perbandingan 40% modal sendiri dan 60% menggunakan dana eksternal.

Selain mengembangkan lini bisnis secara organik, perusahaan pada tahun ini juga sudah mengakuisisi perusahaan  penyewaan alat berat dan dump truck, PT. Lancarjaya Mandiri Abadi. Untuk tahun depan, perseroan juga masih menargetkan pengembangan anorganik, dengan akuisisi beberapa perusahaan

"Tahun depan kami akan tetap melakukan strategi organic dan anorganik . Jadi proses akuisisi tahun depan dilakukan kembali untuk beberapa target seperti perusahaan mechanical electrical, perusahaan pondasi dan perusahaan untuk erector powerplant," tukas dia

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini