nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kembangkan Bisnis Baru, PP Presisi Incar Kontrak Baru Rp8 Triliun

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017 13:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 24 278 1819838 kembangkan-bisnis-baru-pp-presisi-incar-kontrak-baru-rp8-triliun-WEGNvJZa4Z.jpg Foto: Ulfa/Okezone

JAKARTA - PT PP Presisi (Persero) Tbk  menargetkan total raihan kontrak sebesar Rp7 triliun hingga Rp8 triliun tahun depan. Target raihan tersebut meningkat dibandingkan dengan target kontrak baru perseroan tahun ini sebesar Rp5,8 triliun. 

Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso menjelaskan peningkatan target nilai kontrak baru didorong oleh banyaknya proyek strategis infrastruktur yang akan digarap oleh perseroan hingga beberapa tahun ke depan. Selain itu, perusahaan dengan kode emiten PPRE ini akan mengembangkan lini bisnis baru. 

"Tahun 2018 nanti kami akan menargetkan new kontrak sebesar Rp7 triliun-Rp8 triliun. Untuk bisnis baru tersebut saat ini kami sudah mulai pengembangannya terutama untuk mining kontraktor," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (24/11/2017). 

Benny melanjutkan, untuk perolehan kontrak baru Oktober sudah mencapai Rp4,2 triliun. Dalam melaksanakan beberapa proyek, entitas anak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT PP (Persero) Tbk ini menggandeng anak usahanya PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA). 

Baca Juga: IPO, PP Presisi Target Laba Tumbuh 220% Jadi Rp182 Miliar

Adapun proyek - proyek strategis nasional yang tengah PP Presisi dengan LMA antara lain, proyek jalan tol Trans-Sumatera, proyek jalan tol Pandaan- Malang, proyek jalan tol Manado-Bitung. Selain itu, proyek jalan tol Solo-Kertosono, proyek Bendungan Way Sekampung, proyek Bendungan Leuwi Keris serta proyek pengendalian Lahar Sinabung.

"Rata-rata proyek jalan tol masih berlangsung tahun depan sampai 2019. Sekarang kami sedang finalisasi untuk proyek bandara Soetta untuk taxi way dan run way serta pekerjaan pengangkutan batu bara existing senilai Rp300 miliar per tahun selama 5 tahun," papar Benny.

Menurut Benny, sumber pendanaan daripada proyek baru maupun proyek yang sudah ada akan disumbang oleh dana hasil penawaran umum saham (IPO) sebesar kurang lebih Rp300 miliar. Sebagai tambahan, perseroan akan mengoptimalkan sumber pendanaan di luar perbankan.

Baca Juga: Resmi Tercatat, Saham IPO PP Presisi Naik 0,47% ke Rp432

"Setelah IPO kami akan optimalkan sumber pendanaan luar dari perbankan. Ke depan kami akan masuk ke obligasi dan juga MTN, tetapi kami akan melihat kebutuhan investasi terlebih dahulu," tandasnya.

Sekadar informasi, pada hari ini PP Presisi resmi mencatatkan saham di pasar modal. PP Presisi melepas 2,35 miliar lembar saham atau sekitar 23% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, dengan harga penawaran Rp430 per saham. Melalui pencatatan saham ini, maka perseroan menargetkan mampu mengantongi dana sekitar Rp1,01 triliun.

Dalam pembukaan perdagangan hari ini, PP Presisi dibuka naik 0,47% atau setara 2 poin ke posisi level Rp432 per saham. Namun,  tak berselang lama saham dengan kode emiten PPRE ini justru turun 0,47% atau 2 poin ke level Rp428.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini