JAKARTA - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menhyatakan anggaran untuk belanja barang pemerintah setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Bahkan untuk 2018, belanja barang pemerintah mencapai hingga Rp1.200 Triliun.
Baca juga: Anggaran Rp400 Triliun Tidak Tepat Sasaran!
"Nilainya hampir sama dengan tahun ini. Tahun depan sekitar Rp1.200 Triliun, jadi memang angka besar sekali," ungkap Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan LKPP, Robin Asad Suryo di Diskusi Publik, MNC Trijaya Network, Jakarta, Selasa (5/12/2017).
Menurutnya angka tersebut hampi sama dengan tahun ini, namu meningkat seidikit. Dimana anggara berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca juga: Transaksi Pengadaan Barang Lewat E-Katalog Capai Rp15 Triliun
"Tentunya meningkat kalau tahun ini sekitar dari APBN sekitar Rp627 Triliun, ditambah dengan APBD provinsi, kabupaten/kota itu sekitar totalnya menjadi Rp1.000 Triliun dan tahun depan sekitar Rp1.200 Triliun," jelasnya.
Selanjutnya, ia menyatakan anggaran yang besar karena pengadaan barang jasa pemerintah sangat penting peranannya. Hingga saat ini peningkatan anggaran hingga 300% sejak 10 tahun lalu.
Baca juga: Gunakan LPSE, Indonesia Bisa Menghemat Rp350 Triliun
"Pengadaan barang jasa, dalam postur APBN memang punya peran penting. Dimana 30% belanja yang ada di APBN di gunakan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Angka ini dibandingkan 10 tahun lalu naik 300%," jelasnya.
Sementara itu, ia menjelaskan dengan besaran anggran untuk pengadaan barang dan jasa maka belanja pemerintah juga akan terus meningkat. Dirinya menilai dengan anggaran di 2018 ini, maka per harinya pemerintah bisa membelanjakan sekitar Rp3 Triliun per hari.
"Kalau kita lihat dari besaran anggaran, belanja untuk barang jasa pemerintah tahun depan kan meningkat, maka dengan meningkatnya nilai APBN kita dan APBD, anggaran yang dibelanjakan untuk barang dan jasa juga meningkat. Itu kalau kita bagi rata-rata dalam 1 tahun itu kan berarti pemerintah belanjakan setiap harinya, rata-rata itu Rp3 Triliun. Artinya dampak terhadap perekonomian sangat besar," tukasnya.
(Fakhri Rezy)