nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rusun "Tipe Jomblo" Ga Laku, Kementerian PUPR: Tahun Ini Kita Hilangkan

Trio Hamdani, Jurnalis · Selasa 05 Desember 2017 15:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 05 470 1825481 rusun-tipe-jomblo-ga-laku-kementerian-pupr-tahun-ini-kita-hilangkan-vsUUqIsd38.jpg Konferensi Pers Program 1 Juta Rumah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan bahwa generasi milenial ogah tinggal di rusun baik rusun sewa (rusunawa) maupun rusun sederhana milik (rusunami).

"Rusunawa, saya kalau bilang rusunawa image kita jaman dulu, jadi generasi milenial enggak tertarik," katanya dalam konferensi pers di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Jika bicara soal rusun, kata dia, anak muda menggambarkannya sebagai hunian yang kualitasnya tidak memadai. Kalangan milenial menganggap rusun kualitasnya jauh dibandingkan apartemen. Maka wajah dari rusun perlu diubah menjadi lebih menarik bagi anak-anak muda.

"Jadi saya sebut apartemen sewa, kualitasnya enggak seperti dulu, dan apartemen milik. Rusunami dan rusunawa ke depan perlu kita pikirkan. Rusunawa, anak sekarang enggak tertarik tinggal di situ," ujarnya.

Baca Juga: Program Sejuta Rumah Sudah 765.120 Unit, Ditargetkan Akhir Tahun Tembus 850.000 Unit

Tak hanya itu, rusunawa bertipe untuk penghuni lajang juga sudah tidak laku. Meskipun masih berstatus lajang, generasi saat ini lebih memilih mencari hunian bertipe untuk diisi satu keluarga. "Selama ini kita buat rusunawa dengan tipe lajang enggak laku. Ternyata mereka ingin bawa keluarga. Akhirnya kita tahun ini mulai ubah, tipe lajang enggak ada, adanya tipe keluarga tipe 36," lanjutnya.

Namun mengingat keadaan sekarang, sulit membangun rumah tapak karena keterbatasan lahan. Maka solusinya adalah hunian vertikal. Hanya saja, dia harus mampu memenuhi keinginan generasi milenial. Untuk itu, pengembang juga didorong untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Solusinya tetap untuk generasi milenial kan hidupnya udah kayak hidup di kafe-kafe, mungkin enggak perlu rumah tinggal/landed house, mungkin cocoknya rusunawa. Tapi kalau kalimatnya rusunawa mereka enggak tertarik. Jadi apartemen sewa," jelasnya.

(mrt)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini