Image

BPJS Kesehatan: 14,5 Juta Warga Miskin Terlindungi oleh JKN KIS

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 19:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 07 320 1826936 bpjs-kesehatan-14-5-juta-warga-miskin-terlindungi-oleh-jkn-kis-uErz6Hr9Yl.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memasuki tahun keempat dalam melayani masyarakat. Di mana pelayanan tersebut tertuang dalam Jaminan Kesehatan Nasional- kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diluncurkan pemerintah.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan beragam dampak positif bermunculan paska JKN KIS diimplementasikan. Dari mulai meningkatkan hasil akses pelayanan kesehatan , pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja hingga mencegah masyarakat jatuh miskin akibat biaya pengobatan yang tinggi.

Dari angka sementara yang dirilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI, pada tahun 2016 JKN-KIS telah menyelamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan. Tak hanya itu, JKN-KIS juga telah melindungi 14,5 juta orang miskin dari kondisi kemiskinan yang lebih parah karena pengobatan yang mahal.

“Pengeluaran masyarakat untuk iuran JKN-KIS dapat dianggap sebagai investasi karena JKN-KIS terbukti mampu melindungi keluarga dari kemiskinan akibat penyakit berbiaya mahal,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Baca juga: BPJS Kesehatan: Kepuasan Publik Terhadap Layanan Jaminan Kesehatan di Atas 70%

Sementara itu, di tahun 2016, pemanfaatan program JKN-KIS mencapai 192,9 juta kunjungan/kasus, yaitu terdiri dari 134,9 juta kunjungan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, Dokter Praktik Perorangan, dan Klinik Pratama/Swasta). Termasuk angka rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), serta 50,4 juta kunjungan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (Poliklinik RS) dan 7,65 juta kasus Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RS).

“Faktanya, tak ada layanan publik yang bisa memuaskan 100% customer-nya karena tingkat kepuasan setiap orang berbeda. Dari 186 juta jiwa peserta JKN-KIS, pasti ada beberapa orang yang kurang puas. Namun jangan lantas kita mengabaikan peserta yang terlayani dan sudah merasakan manfaat JKN-KIS. Perlu kita perhatikan bahwa total pemanfaatan JKN-KIS selama 3,5 tahun mencapai 522,9 juta pemanfaatan. Artinya, dalam sehari ada 415 ribu pemanfaatan JKN-KIS, baik di FKTP maupun di rumah sakit,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fachmi juga menyebutkan, dari hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI tahun 2016, program JKN-KIS berperan menciptakan lapangan kerja bagi 1,45 juta orang. Dimana jumlah tersebut terdiri atas 864 ribu orang di sektor jasa kesehatan pemerintah, 27,2 ribu orang di sektor industri produk farmasi, dan 34,1 ribu orang di sektor industri makanan dan minuman.

Baca juga: Menkeu Baru Tambal Defisit BPJS Kesehatan Rp7,8 Triliun, Masih Kurang Rp1,2 Triliun

"Jika diproyeksikan hingga tahun 2021, maka JKN-KIS memberi kontribusi ekonomi sebesar 289 triliun dan menciptakan lapangan kerja bagi 2,26 juta orang," jelasnya.

Sebagai informasi, hingga 1 Desember 2017, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 186.602.571 jiwa. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 21.514 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 9.839 Puskesmas, 4.828 Dokter Praktik Perorangan, 5.645 Klinik Pratama, 16 RS Kelas D Pratama, serta 1.186 Dokter Gigi. Sementara di tingkat rujukan, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 5.651 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 2.271 Rumah Sakit dan Klinik Utama, 2.362 Apotek, dan 1.018 Optik.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini