Image

BI: Indonesia Diguyur Dana Asing Rp137 Triliun hingga November

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 18:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 08 20 1827472 bi-indonesia-diguyur-dana-asing-rp137-triliun-hingga-november-Obtwc96JYd.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa aliran dana asing yang masuk ke Indonesia atau capital inflow dalam kondisi positif.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkapkan, selama periode awal tahun hingga November 2017, BI mencatat capital inflow menyentuh angka Rp137 triliun (year to date/ytd). 

Baca Juga: Kuartal IV, Sri Mulyani Berharap Konsumsi Rumah Tangga di Atas 5%

"Dibandingkan periode sama tahun lalu yaitu di kisaran Rp126 triliun, jadi kelihatan dana terus masuk ke Indonesia," di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Agus menjelaskan, peningkatan capital inflow didorong adanya tren perbaikan Credit  Default Swap (CDS). CDS sendiri adalah kontrak swap di mana pembeli melakukan pembayaran ke penjual. Sebagai imbalannya, pembeli menerima hak untuk memperoleh pembayaran bila kredit mengalami default atau kegagalan, misalnya kebangkrutan atau restrukturisasi.

Baca Juga: Genjot Perekonomian, BI Minta Pemda Perhatikan Potensi Daerah

Saat ini posisi CDS Indonesia berada pada level 94 basis poin masih berada di bawah level 100 basis poin. 

"Kalau kita bandingkan awal tahun 2017 itu CDS di kisaran 157 jadi menunjukkan bahwa risiko Indonesia semakin dapat diterima dan ini bagus untuk kesiapan Indonesia masuk di 2018," jelas dia.

Baca Juga: ISEI Gagas Desa Zaman Now, Desa dengan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Terkait masih adanya aliran dana keluar atau capital outflow, Agus mengimbau untuk melihat data total dana asing dari awal tahun, bukan hanya dalam periode tertentu. Dia menilai, capital outflow pada akhir tahun disebabkan para investor memilih untuk melakukan taking profit memanfaatkan momentum akhir tahun, bukan karena faktor kondisi perekonomian Indonesia. 

Agus kembali meyakinkan bahwa ada peningkatan capital outflow dibandingkan periode yang sama tahun 2016. 

"Kalau ada outflow ini kan menjelang akhir tahun, dan akhir tahun ada investor yang mau masuk periode libur, jadi mereka musti kunci profitnya," jelasnya. 

"Kalau ada outflow karena temporary orang mau take profit juga karena mau masuk liburan," tukas dia

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini