Image

Resmikan 4 Penyalur BBM Satu Harga, Menteri Jonan: Kami Akan Buat Aturan hingga ke Pengguna Langsung

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 19:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 08 320 1827499 resmikan-4-penyalur-bbm-satu-harga-menteri-jonan-kami-akan-buat-aturan-hingga-ke-pengguna-langsung-j5i27XobAT.jpg Foto: Yohana Artha Uly/Okezone

BENGKULU - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan hari ini meresmikan 4 Penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga PT Pertamina (Persero) di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil). Peresmian ini dipusatkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak Desa Malakoni, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Sedangkan ketiga lainnya berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Utara dan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, serta Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Dalam peresmian yang dilaksanakan di Pulau Enggano, baik Jonan maupun Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik tak dapat turut hadir. Hal ini dikarenakan dalam perjalanan dari Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu menuju Pulau Enggano menggunakan pesawat Susi Air terkendala cuaca yang buruk dan pesawat yang bermasalah sehingga membuat pesawat harus memutar balik kembali ke bandara.

"Ini (Enggano) adalah satu pulau terluar jadi kita memilih daerah yang terluar jadi contoh bahwa pemerintah selalu berusaha melakukan pemerataan pembangunan. Hari ini ada 4 dijadikan satu," jelas Jonan dalam acara konferensi pers peresmian 4 lembaga penyalur BBM satu harga di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Jumat (8/12/2017).

Baca juga: Kementerian ESDM dan Pertamina Resmikan Lembaga Penyalur BBM Satu Harga di Pulau Enggano

Jonan mengatakan pihaknya selalu mendorong semua sumber daya alam yang dikelola kementerian ESDM diusahakan untuk pemerataan dan pelayanan masyarakat yang lebih berkeadilan. Ia berharap, agar semua pihak mendukung program ini.

“Kami akan membuat peraturan harga BBM sama sampai ke end-user atau pengguna langsung dan berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung kebijakan ini,” ujarnya

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 37 titik SPBU BBM satu harga di wilayah 3T dari target 154 titik hingga tahun 2019.

"Per titik per kecamatan kurang lebih. Kalau sampai sekarang hampir 117 kecamatan lagi yang harus dihadapkan fasilitas BBM bisa satu harga," jelasnya.

Sementara itu, Dirut Pertamina Elia Massa Manik mengungkapkan hal ini bentuk Pertamina konsisten mendukung program Nawacita Presiden RI terkait dengan ketahanan energi nasional melalui pengoperasian SPBU BBM Satu Harga di wilayah 3T bagi upaya pemerintah mendongkrak perekonomian setempat.

"Pengoperasian SPBU Kompak di Enggano maupun wilayah 3T lainnya menjadi bukti nyata hadirnya Pertamina untuk memenuhi tugas negara mendistribusikan energi hingga ke pelosok negeri," ungkap Elia dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Pertamina Bakal Tambah 4 Titik BBM Satu Harga di Sumatra Bagian Selatan

Pengoperasian SPBU Kompak ini dikatakan Elia diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di mana mobilitas akan semakin tinggi namun lebih efisien sehingga perekonomian juga bergerak lebih cepat.

Sebagaimana diketahui di Enggano yang menggunakan BBM untuk transportasi darat, laut dan usaha perikanan, sebelum beroperasinya SPBU BBM satu harga masyarakat harus membeli Premium seharga Rp 10.000 per liter, sedangkan Solar Rp 8.000 per liter. Maka saat ini harga BBM jenis Premium menjadi Rp6.450 per liter dan harga BBM jenis Solar Rp5.150 per liter. Setiap bulannya Pertamina memasok 30 kilo liter (KL) BBM di Pulau Enggano yang dikirim melalui Bengkulu.

Plt Gurbernur Bengkulu Rodihin Mersyah, dalam kesempatan yang sama menyatakan menyambut baik program pemerintah pusat menjadikan Enggano sebagai wilayah penyediaan SPBU BBM satu harga.

"Terutama Enggano, disambut baik masyarakat kita. Kita akan kawal sama-sama sampai masyarakat merasakan apa yang ditetapkan pemerintah. Kawal agar BBM sampai kepada masyarakat," ucapnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini