Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masuki Fase Tahun Politik, Pemangku Kepentingan Diingatkan Berhati-hati Ambil Keputusan Ekonomi

Giri Hartomo , Jurnalis-Selasa, 12 Desember 2017 |14:46 WIB
Masuki Fase Tahun Politik, Pemangku Kepentingan Diingatkan Berhati-hati Ambil Keputusan Ekonomi
Foto: Giri Hartomo/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Indonesia akan memasuki tahun politik 2 tahun mendatang. Pada 2018, Indonesia akan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak dan pada 2019 Indonesia akan menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres).

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan dalam periode 2 tahun ke depan, Indonesia akan menghadapi banyak tantangan. Banyaknya tantangan yang dihadapi membuat semua pihak khawatir stabilitas ekonomi Indonesia akan terganggu.

Pasalnya, pada periode itu banyak pengusaha yang memilih untuk wait and see (mengamati dan menunggu). Hal itu tentunya berdampak kepada perputaran Indonesia terganggu.

Baca juga: Belum Puas dengan Tumbuhnya Ekonomi Jadi Alasan Jokowi Kejar Pembangunan Infrastruktur

"Ancaman ekonomi di tahun politik. Bukan bermaksud beri pesimisme atau sinyal negatif terhadap pertumbuhan ekonomi kita,Tapi dengan maksud warning agar seluruh pemangku kepentingan semakin berhati-hati dalam membuat keputusan ekonomi," ujarnya saat ditemui di acara 100 Ekonom Indonesia, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (12/12/2017).

Alasan mengapa banyak pengusaha yang khawatir adalah karena pertumbuhan ekonomi belum bisa bertumbuh sesuai potensi yang dimiliki. Apalagi kompetensi persaingan usaha sangat sengit dan ketat.

"Karena ekonomi kita belum tumbuh sesuai potensinya, sementara kompetisi semakin sengit," jelasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement