nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI: Ekonomi Jakarta Butuh Penggerak Baru

Risna Nur Rahayu, Jurnalis · Kamis 14 Desember 2017 10:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 14 320 1830142 bi-ekonomi-jakarta-butuh-penggerak-baru-if4T5NZVRB.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

SOLO - Bank Indonesia (BI) perwakilan DKI Jakarta mendorong pemerintah provinsi mengembangkan sektor baru untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. BI menilai, sektor yang bisa dikembangkan sebagai penggerak ekonomi antara lain pariwisata dan industri kreatif digital.

"Sebenarnya sektor yang ada saat ini tidak kenapa-kenapa, tapi kita butuh sektor baru untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Doni P Joewono di Solo, Kamis (14/1/2017).

Baca Juga: Masuki Fase Tahun Politik, Pemangku Kepentingan Diingatkan Berhati-hati Ambil Keputusan Ekonomi

Sektor pariwisata disebut menjanjikan karena DKI Jakarta merupakan lima besar kota di dunia dengan pertumbuhan tercepat. Destinasi wisata di Jakarta yang dapat dijual di antaranya Kepulauan Seribu, Kota Tua, dan musuem lainnya.

"Sumber Kementerian Pariwisata 2017 menunjukkan Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta berada di peringkat 4  Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), di bawah Danau Toba, Tanjung Kelayang dan Tanjung Lesung," terangnya.

Baca Juga: Belum Puas dengan Tumbuhnya Ekonomi Jadi Alasan Jokowi Kejar Pembangunan Infrastruktur

Sementara di sisi industri digital kreatif yang dianggap menjanjikan adalah industri animasi, film dan video. Mengingat, mayoritas studio dan komunitas animasi berada di Jakarta. Setidaknya terdapat 20 studio, sedangkan di Bandung ada 8 studio, dan Yogyakarta 9 studio.

"Tapi faktanya, yang lebih produktif menghasilkan animasi-animasi justru di Bandung dan Yogyakarta," terang Doni.

Baca juga: Tetap Waspada, Politik "Kasar" Berpotensi Jatuhkan Ekonomi

Meski pihaknya mendorong sektor ekonomi baru, bukan berarti sektor yang menopang pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta saat ini seperti industri pengolahan dan konstruksi, dalam kondisi kritis. Sektor ekonomi baru yang diusulkan juga butuh waktu sekira 5 tahun untuk dapat dirasakan.

"Kan enggak berarti, setelah krisis baru dipikirkan sektor ekonomi yang lain kan," katanya seraya tertawa.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini