nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak yang Diperhitungkan, Alasan Bunga Kredit Lebih Susah Turun ketimbang Deposito

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 14 Desember 2017 19:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 14 320 1830486 banyak-yang-diperhitungkan-alasan-bunga-kredit-lebih-susah-turun-ketimbang-deposito-US9McSF1eG.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Day Reverse Repo Rate sejak Agustus lalu dan pada September juga kembali menurunkan menjadi 4,25% yang dipertahankan hingga saat ini. Namun, suku bunga kredit perbankan secara industri hingga akhir tahun ini masih double digit.

Asisten Gubernur dan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Filianingsing Hendarta, mengatakan suku bunga kredit perbankan penurunannya lebih lambat dibandingkan deposito dikarenakan ada banyak komponen yang harus dilihat. Jadi untuk penurunan ini tidak hanya bisa melihat satu komponen saja.

Menurutnya, terkait dengan suku bunga kredit perbankan maka komponennya yang harus dilihat adalah Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dan premi resiko. Di mana SDBK memiliki beberapa komponen yang perlu diperhatikan.

"SBDK itu komponennya ada beberapa, yang besar itu cost of fund dan iffer head cost dan profit margin. Kenapa kredit enggak bisa turun lebih cepat dari pada deposito, artinya komponen itu harus dilihat," ungkapnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Baca Juga: Hingga Oktober, Kredit Macet Capai 2,96% Pertumbuhan Kredit 8,16%

Menurutnya, suku bunga kredit bisa turun dengan pengaturan yang lebih cepat. Artinya kalau kebijakan turun maka akan diikuti dengan bunga depositonya juga. Namun karena ada kompenen SBDK maka agak lebih lama karena banyak dana yang harus diperhatikan.

"Cost of fund itu ada biaya dana (biaya dana DPK, biaya dana bukan DPK), biaya jasa, biaya regulasi, APDK dan lainnya. Maka tinggi besarnya cost of fund akan tergantung komponen tadi," jelasnya.

"Over head cost juga ada biaya, pelatihan, sewa, promosi, dan sebaginya. Maka margin keuntungan ada 3 unsur itu yang dimainkan. Harus dilihat lebih dalam lagi mana yang sudah dan belum turun," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini